Idendtitas
|
Capaian Pembelajaran 💥 Pancasila | : | Pada akhir Fase A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat). |
Tujuan Pembelajaran | : | · Peserta didik dapat Peserta didik memahami konsep dekomposisi bilangan sebagai proses mengurai bilangan menjadi bagian-bagian penyusunnya |
ü Mindfull (Berkesadaran) | : | Peserta didik belajar dengan fokus dan teliti saat mengamati suatu bilangan. Peserta didik menyadari bahwa satu bilangan dapat diuraikan menjadi beberapa bagian penyusun, misalnya 25 = 20 + 5. Peserta didik mengembangkan kebiasaan berpikir sebelum menjawab, mengamati nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyampaikan alasan dari hasil penguraiannya. |
ü Meaningfull (Bermakna) | : | Peserta didik menghubungkan konsep dekomposisi bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengelompokkan 25 benda menjadi 20 dan 5, 25 kelereng menjadi kelompok puluhan dan satuan, atau membagi jumlah benda ke dalam beberapa kelompok. Peserta didik memahami bahwa dekomposisi membantu mereka lebih mudah mengenal, membaca, membandingkan, dan melakukan operasi pada bilangan. |
ü Joyful (Menyenangkan) | : | Peserta didik belajar melalui kegiatan bermain dan eksplorasi, seperti permainan kartu bilangan, menyusun benda konkret, permainan “Bongkar Bilangan”, dan kerja kelompok. Peserta didik bebas mencoba berbagai cara menguraikan bilangan, berdiskusi dengan teman, serta mendapatkan apresiasi atas usaha dan jawabannya. |
AlurnTujuan Pembelajaran |
| |
Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal) | : | Pada tahap ini, Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100 |
MATERI
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.
1. Pengertian Penjumlahan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga mendapatkan jumlah keseluruhan.
Contoh:
50 + 10 = 60
2. Penjumlahan Berdasarkan Nilai Tempat
Bilangan 50–100 dapat dijumlahkan dengan memperhatikan puluhan dan satuan.
Contoh:
34 + 25
- Puluhan: 30 + 20 = 50
- Satuan: 4 + 5 = 9
- Jadi: 50 + 9 = 59
3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan
Penjumlahan tanpa menyimpan terjadi jika jumlah satuannya kurang dari 10.
52 + 24 ---- 76
Satuan: 2 + 4 = 6
Puluhan: 5 + 2 = 7
Jadi, 52 + 24 = 76.
4. Penjumlahan dengan Menyimpan
Jika jumlah satuan 10 atau lebih, kita melakukan penyimpanan ke tempat puluhan.
Contoh:
58 + 27 ---- 85
- Satuan: 8 + 7 = 15 → tulis 5, simpan 1 puluhan.
- Puluhan: 5 + 2 + 1 = 8.
- Jadi, 58 + 27 = 85.
5. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret
Penjumlahan dapat dilakukan dengan benda seperti stik es krim, kancing, balok, atau gambar benda.
Contoh:
Ada 56 apel, kemudian ditambah 23 apel.
56 + 23 = 79
Jadi, jumlah apel seluruhnya adalah 79 buah.
ASSESSMENT
Berisi:
·
Melakukan komposisi (menyusun
bilangan) sampai 100 menggunakan benda konkret.
·
Melakukan dekomposisi (mengurai
bilangan) sampai 100 menggunakan benda konkret.
·
Menentukan nilai puluhan dan satuan
dengan benar.
·
Menjelaskan proses komposisi dan
dekomposisi dengan bahasa sederhana.
Menyelesaikan soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Kesimpulan
Operasi penjumlahan bilangan 50–100 dilakukan dengan menggabungkan bilangan. Dalam menghitung, peserta didik perlu memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan. Penjumlahan dapat dilakukan tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan. Dengan menggunakan benda konkret dan cara bersusun, penjumlahan menjadi lebih mudah dipahami.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar