Pada akhir Fase A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).
Tujuan Pembelajaran
:
·Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100
üMindfull (Berkesadaran)
:
Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan menyadari proses pengurangan yang dilakukan menggunakan benda konkret.
üMeaningfull (Bermakna)
:
Peserta didik menghubungkan operasi pengurangan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.
üJoyful
(Menyenangkan)
:
Peserta didik belajar pengurangan melalui permainan dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.
AlurnTujuan Pembelajaran
Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)
:
Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100
Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda yang dapat kita gunakan untuk belajar, seperti buah, pensil, stik es krim, dan benda lainnya. Kita harus bersyukur atas ciptaan Allah SWT dengan menggunakan benda-benda tersebut dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Dalam pembelajaran pengurangan, peserta didik menggunakan benda konkret untuk memahami bahwa ketika sebagian benda diambil, jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, teliti, dan tidak mudah menyerah. Saat melakukan operasi pengurangan, peserta didik menghitung benda dengan cermat, misalnya dari 50 benda diambil 20 benda, maka tersisa 30 benda. Peserta didik belajar bahwa ketelitian membantu memperoleh jawaban yang benar.
Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus jujur dan bertanggung jawab dalam belajar, termasuk ketika menghitung benda dan menuliskan hasil pengurangan. Peserta didik tidak menyontek jawaban teman dan berusaha menghitung sendiri dengan benar. Sikap jujur dan bertanggung jawab dapat diterapkan saat bekerja secara individu maupun bersama kelompok.
Operasi pengurangan bilangan 50 – 100
A. Pengertian Pengurangan
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.
Tanda pengurangan adalah −.
Contoh: 70 − 20 = 50
Artinya, dari 70 benda diambil 20 benda, sehingga tersisa 50 benda.
B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret
Kita dapat menggunakan benda di sekitar sebagai alat bantu, seperti:
Stik es krim
Tutup botol
Kancing
Pensil
Balok
Kartu bilangan
Contoh:
Rina mempunyai 65 stik es krim. Sebanyak 15 stik diberikan kepada temannya.
Maka:
65 − 15 = 50
Jadi, stik es krim Rina yang tersisa adalah 50 stik.
C. Pengurangan Puluhan
Pengurangan puluhan dapat dilakukan dengan mengurangi bagian puluhannya.
Contoh:
80 − 30 = ...
80 terdiri dari 8 puluhan. 30 terdiri dari 3 puluhan.
8 puluhan − 3 puluhan = 5 puluhan.
Jadi:
80 − 30 = 50
D. Pengurangan Bilangan Dua Angka
Untuk menghitung pengurangan, kita dapat menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan.
Contoh:
76 − 24 = ...
Puluhan
Satuan
7
6
2
4
5
2
Jadi:
76 − 24 = 52
Caranya:
6 satuan − 4 satuan = 2 satuan
7 puluhan − 2 puluhan = 5 puluhan
Hasilnya = 52
E. Pengurangan dengan Meminjam
Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, kita dapat melakukan peminjaman 1 puluhan menjadi 10 satuan.
Ayah mempunyai 90 buah jeruk. Sebanyak 35 buah jeruk diberikan kepada tetangga.
Berapa jeruk yang tersisa?
90 − 35 = 55
Jadi, jeruk yang tersisa adalah 55 buah.
G. Latihan
·Melakukan pengurangan bilangan sampai 100 menggunakan benda konkret
·Menyatakan hasil pengurangan dengan benar
Menjelaskan proses pengurangan secara sederha
Ani memiliki 25 permen. Ibu memberi 15 permen lagi. Berapa jumlah permen Ani sekarang?
Budi mempunyai 40 kelereng. Ia memberikan 12 kelereng kepada temannya. Berapa kelereng Budi yang tersisa?
Siti membeli 30 pensil dan 20 penghapus. Berapa jumlah barang yang dibeli Siti?
Rani memiliki 50 buku. Ia memberikan 18 buku kepada adiknya. Berapa buku Rani yang tersisa?
Andi mengumpulkan 35 stiker. Kemudian, ia mendapat 25 stiker lagi. Berapa jumlah stiker Andi sekarang?
Kesimpulan
Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah. Bilangan 50 sampai 100 dapat dikurangi dengan menggunakan benda konkret, gambar, atau cara bersusun. Dalam melakukan pengurangan, kita perlu menghitung dengan teliti, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta memeriksa kembali hasilnya.
Pada akhir Fase A Peserta didik mampu mengenal dan memahami pentingnya sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan kepentingan bersama. Peserta didik menunjukkan perilaku peduli melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman, menjaga kebersihan, berbagi, menghargai orang lain, serta menjaga fasilitas bersama sebagai bagian dari pembentukan karakter antikorupsi.
Tujuan Pembelajaran
:
·
Menjelaskan pengertian sederhana tentang sikap peduli.
Mengidentifikasi contoh perilaku peduli dan tidak peduli di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Menjelaskan manfaat menerapkan sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan.
Menunjukkan sikap peduli melalui kegiatan membantu teman, menjaga kebersihan, berbagi, dan menjaga fasilitas bersama.
Membiasakan perilaku peduli dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud karakter antikorupsi.
üMindfull (Berkesadaran)
:
Peserta didik menyadari pentingnya memperhatikan keadaan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Peserta didik belajar mengenali perasaan dan kebutuhan teman, kemudian berpikir sebelum bertindak dengan menunjukkan sikap peduli, membantu, berbagi, dan menjaga lingkungan.
üMeaningfull (Bermakna)
:
Peserta didik menghubungkan sikap peduli dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman yang kesulitan, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, berbagi alat belajar, dan menjaga fasilitas bersama. Peserta didik memahami bahwa kepedulian membuat kehidupan bersama menjadi lebih nyaman, aman, dan harmonis.
üJoyful
(Menyenangkan)
:
Peserta didik belajar tentang kepedulian melalui kegiatan yang menyenangkan seperti bermain peran, mengamati gambar, permainan “Aku Anak Peduli”, cerita pendek, kerja kelompok, dan kegiatan membuat kartu kebaikan. Peserta didik diberi kesempatan untuk bergerak, berdiskusi, bekerja sama, dan menceritakan pengalaman peduli dengan suasana belajar yang menyenangkan.
AlurnTujuan Pembelajaran
Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)
:
Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengidentifikasi perilaku peduli dan tidak peduli.
Peserta didik memahami pentingnya peduli terhadap orang lain.
Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.
Peduli adalah sikap memperhatikan keadaan orang lain, lingkungan, dan sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita. Anak yang peduli mau membantu, berbagi, menjaga, dan menghargai orang lain.
Contohnya:
Peduli kepada teman.
Peduli kepada keluarga.
Peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Peduli terhadap barang milik bersama.
Peduli terhadap aturan dan ketertiban.
B. Mengapa Kita Harus Peduli?
Sikap peduli penting karena kita hidup bersama orang lain. Dengan peduli, kita dapat:
Membantu orang yang membutuhkan.
Membuat teman merasa senang dan dihargai.
Menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
Menjaga barang milik bersama.
Menciptakan suasana yang rukun dan aman.
Belajar bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.
C. Contoh Sikap Peduli di Sekolah
Situasi
Sikap Peduli
Teman lupa membawa pensil
Meminjamkan pensil jika memiliki lebih
Melihat sampah di lantai
Memungut dan membuangnya ke tempat sampah
Buku perpustakaan berserakan
Membantu merapikannya
Teman kesulitan memahami pelajaran
Membantu dengan cara yang baik
Tanaman kelas mulai layu
Membantu menyiramnya
Melihat meja dan kursi berantakan
Membantu merapikannya
Menemukan barang milik teman
Mengembalikannya kepada pemilik
D. Peduli Bukan Hanya kepada Teman
Kepedulian dapat ditunjukkan kepada:
👨👩👧 Keluarga Membantu orang tua, merapikan mainan, dan menjaga kebersihan rumah.
👫 Teman Menolong teman yang kesulitan, berbagi, dan tidak mengejek.
🏫 Sekolah Menjaga kebersihan kelas dan merawat fasilitas sekolah.
🌱 Lingkungan Tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga tanaman.
📚 Barang Bersama Menggunakan buku, meja, kursi, dan alat sekolah dengan baik.
E. Peduli dan Nilai Antikorupsi
Sikap peduli berkaitan dengan karakter antikorupsi karena kita belajar untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kita juga harus memperhatikan hak orang lain dan kepentingan bersama.
Misalnya:
Tidak mengambil barang milik teman.
Tidak merusak fasilitas bersama.
Mau berbagi dengan adil.
Menggunakan barang milik bersama sesuai kebutuhan.
Mengembalikan barang yang bukan milik kita.
Membantu menjaga lingkungan sekolah.
Dengan demikian, sejak kecil peserta didik belajar menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli.
F. Cerita Pendek: “Rani Anak Peduli”
Suatu pagi, Rani melihat banyak kertas berserakan di lantai kelas. Rani tidak membiarkannya. Ia mengambil kertas-kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.
Tidak lama kemudian, Rani melihat Siti kesulitan membawa beberapa buku. Rani segera membantu membawakan sebagian buku tersebut.
Guru memuji Rani karena telah menunjukkan sikap peduli.
Rani berkata, “Saya senang membantu karena kelas menjadi bersih dan teman menjadi lebih ringan pekerjaannya.”
Pesan cerita: Kita dapat menunjukkan kepedulian melalui hal-hal sederhana. Tidak perlu menunggu menjadi orang dewasa untuk berbuat baik.
G. Ayo Kita Bedakan!
Perilaku Peduli 👍
Membantu teman.
Menjaga kebersihan.
Berbagi.
Mengembalikan barang yang ditemukan.
Merawat fasilitas sekolah.
Perilaku Tidak Peduli 👎
Membiarkan teman kesulitan.
Membuang sampah sembarangan.
Merusak barang bersama.
Mengambil barang teman.
Tidak mau menjaga kebersihan.
H. Ayo Berlatih
1. Pilih perilaku yang menunjukkan sikap peduli!
a. Membantu teman yang jatuh. b. Membuang sampah di halaman. c. Merusak buku perpustakaan.
Jawaban: a.
2. Jika melihat sampah di kelas, sebaiknya kita .... Jawaban: mengambil dan membuangnya ke tempat sampah.
3. Jika menemukan pensil milik teman, kita harus .... Jawaban: mengembalikannya kepada pemilik.
4. Sebutkan dua contoh sikap peduli di sekolah! Jawaban: membantu teman dan menjaga kebersihan kelas.
I. Kesimpulan
Peduli berarti memperhatikan, membantu, menjaga, dan menghargai orang lain serta lingkungan. Sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana setiap hari. Anak yang peduli akan menjaga hak orang lain, merawat lingkungan, dan menggunakan fasilitas bersama dengan bertanggung jawab.
🌟 Pesan untuk Peserta Didik
“Aku anak peduli. Aku mau membantu, berbagi, menjaga kebersihan, dan menghargai hak orang lain.”
ASSESSMENT
Soal Esai: Sikap Peduli
A. Pilihan Ganda
Pilihlah jawaban yang benar!
Sikap adil berarti .... A. memperlakukan semua orang dengan baik dan seimbang B. memilih teman tertentu C. mengambil hak orang lain
Saat membagikan kue kepada teman, sebaiknya .... A. dibagi dengan adil B. diambil sendiri C. diberikan kepada teman dekat saja
Ketika bermain bersama, kita harus .... A. bergantian B. berebut C. menang sendiri
Contoh sikap adil di sekolah adalah .... A. memberikan kesempatan kepada semua teman B. memilih-milih teman C. mengambil barang teman
Jika mendapat tugas kelompok, sebaiknya tugas .... A. dibagi secara adil B. dikerjakan satu orang C. diberikan kepada teman yang disukai
Saat antre, sikap yang adil adalah .... A. menyerobot B. menunggu giliran C. mendahului teman
Bersikap adil berarti menghargai .... A. hak orang lain B. keinginan sendiri saja C. teman tertentu saja
Jika dua teman ingin menggunakan satu mainan, sebaiknya .... A. berebut B. bergantian C. menyembunyikan mainan
Sikap adil merupakan salah satu sikap .... A. baik B. curang C. tidak jujur
Dengan bersikap adil, kehidupan bersama menjadi .... A. rukun B. kacau C. penuh pertengkaran
B. Esai
Apa yang dimaksud dengan sikap adil?
Sebutkan satu contoh sikap adil di rumah!
Sebutkan satu contoh sikap adil di sekolah!
Mengapa kita harus bersikap adil kepada teman?
Apa yang kamu lakukan jika harus membagi makanan kepada beberapa teman?
Kesimpulan
Peduli adalah sikap memperhatikan, membantu, dan menjaga orang lain serta lingkungan sekitar. Sikap peduli dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti membantu teman, berbagi, menjaga kebersihan, merawat fasilitas sekolah, dan mengembalikan barang yang bukan milik kita.
Dengan membiasakan sikap peduli sejak dini, kita belajar menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai hak orang lain. Sikap peduli merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karakter antikorupsi.
Pesan: 🌟 “Aku anak peduli, aku senang membantu, berbagi, dan menjaga milik bersama.”