Rabu, 04 November 2026

Materi Ajar, Jumat 06 November 2026 - Kongkulikuler

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Anti Korupsi

Hari/Tanggal

:

Jumat 06 Novemebr 2026 

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

   Cerita Rakyat Lampung

Pertemuan ke -

:

   11 Minggu ke 1


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A Peserta didik mengenal dan memahami cerita rakyat sebagai bagian dari budaya daerah Lampung melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati gambar, menceritakan kembali, serta mengidentifikasi tokoh, tempat, dan pesan dalam cerita. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai budaya daerah, bekerja sama, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari cerita rakyat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·       

  • Mengenal cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung.
  • Menyebutkan judul dan asal daerah cerita rakyat Lampung yang didengar atau dibaca.
  • Mengidentifikasi tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa sederhana dalam cerita.
  • Menceritakan kembali isi cerita rakyat Lampung dengan bahasa sederhana.


  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menyimak cerita rakyat Lampung dengan penuh perhatian dan kesadaran. Guru mengajak peserta didik untuk fokus mendengarkan cerita, memperhatikan gambar atau tayangan, serta mengenali tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan cerita rakyat Lampung dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami bahwa cerita rakyat bukan hanya cerita untuk didengarkan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar cerita rakyat Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan, aktif, kreatif, dan melibatkan kerja sama dengan teman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.



     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Cerita Rakyat Lampung  Danu Ranau 



     Dan 


    Pada zaman dahulu, di sebuah daerah yang indah di Lampung, hiduplah masyarakat yang hidup rukun. Mereka bekerja sebagai petani dan selalu menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Suatu hari, datanglah seorang kakek yang sedang berjalan jauh. Ia terlihat lelah dan membutuhkan makanan serta tempat untuk beristirahat.

    Kakek itu datang ke sebuah rumah dan meminta sedikit makanan. Namun, beberapa orang menolak untuk membantunya.

    Ada seorang anak yang merasa kasihan kepada kakek tersebut. Anak itu kemudian memberikan makanan dan minuman yang dimilikinya.

    “Terima kasih, Nak. Kamu memiliki hati yang baik,” kata kakek itu.

    Setelah beristirahat, kakek tersebut melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi, ia berpesan kepada masyarakat agar selalu saling membantu, berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Tidak lama kemudian, terjadi peristiwa besar. Air keluar dari tanah dan mengalir semakin banyak. Air tersebut memenuhi daerah di sekitar tempat tinggal masyarakat hingga membentuk sebuah danau yang sangat luas.

    Masyarakat kemudian menyebutnya Danau Ranau.

    Danau Ranau memiliki pemandangan yang indah. Airnya jernih dan dikelilingi oleh alam yang hijau.

    Sejak saat itu, masyarakat belajar untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan.

    Pesan Moral

    Dari cerita tersebut, kita dapat belajar:

    1. Kita harus saling membantu.
    2. Kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.
    3. Kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain.
    4. Kita harus menjaga alam dan lingkungan.
    5. Kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

     Murid dan guru bersama sama membuat karya pop up book tentang cerita rakyat lampung  berikut cara membuat pop up book 

    Kesimpulan

    Cerita rakyat Asal Usul Danau Ranau merupakan salah satu cerita yang mengenalkan kekayaan budaya daerah Lampung. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, peduli kepada orang lain, suka membantu, mau berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Melalui cerita Danau Ranau, kita juga belajar untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Sebagai anak Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Lampung dengan mengenal, menceritakan, dan menjaga cerita rakyat sebagai warisan budaya.

    Pesan utama:
    "Jadilah anak yang baik, suka menolong, mau berbagi, dan menghargai budaya daerah.

    Refleksi:

    ada kegiatan kokurikuler, peserta didik kelas 2 belajar mengenal cerita rakyat Lampung melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan menceritakan kembali isi cerita. Peserta didik juga membuat Pop-Up Book sebagai media untuk menyajikan tokoh, tempat, dan peristiwa dalam cerita.

    Melalui kegiatan ini, peserta didik terlihat antusias dan senang karena dapat belajar sambil berkarya. Peserta didik belajar mengenal budaya daerah, bekerja sama, berkreasi, serta berani menyampaikan hasil karyanya di depan teman-teman.

    Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami pesan dalam cerita dan menuangkannya dalam bentuk Pop-Up Book. Namun, beberapa peserta didik masih membutuhkan bimbingan dalam menyusun cerita secara berurutan, menggunting, melipat, dan menempel dengan rapi.

    Materi Ajar, Kamis 05 November 2026 - Matematika

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Matematika 

    Hari/Tanggal

    :

     Kamis 05 November 2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

    Operasi Penguranagan Bilangan 50-100     

    Pertemuan ke -

    :

       11 minggu ke 1


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       Melakukan  pemahaman makna simbol matematika dalam suatu kalimat yang terkait dengan penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah sampai 100 menggunakan gambar. 


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan menyadari proses pengurangan yang dilakukan menggunakan benda konkret.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan operasi pengurangan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar pengurangan melalui permainan dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.


    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda yang dapat kita gunakan untuk belajar, seperti buah, pensil, stik es krim, dan benda lainnya. Kita harus bersyukur atas ciptaan Allah SWT dengan menggunakan benda-benda tersebut dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Dalam pembelajaran pengurangan, peserta didik menggunakan benda konkret untuk memahami bahwa ketika sebagian benda diambil, jumlahnya menjadi lebih sedikit.
    • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, teliti, dan tidak mudah menyerah. Saat melakukan operasi pengurangan, peserta didik menghitung benda dengan cermat, misalnya dari 50 benda diambil 20 benda, maka tersisa 30 benda. Peserta didik belajar bahwa ketelitian membantu memperoleh jawaban yang benar.
    • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus jujur dan bertanggung jawab dalam belajar, termasuk ketika menghitung benda dan menuliskan hasil pengurangan. Peserta didik tidak menyontek jawaban teman dan berusaha menghitung sendiri dengan benar. Sikap jujur dan bertanggung jawab dapat diterapkan saat bekerja secara individu maupun bersama kelompok.

      Operasi pengurangan bilangan 50 – 100


    A. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

    Tanda pengurangan adalah −.

    Contoh:
    70 − 20 = 50

    Artinya, dari 70 benda diambil 20 benda, sehingga tersisa 50 benda.


    B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

    Kita dapat menggunakan benda di sekitar sebagai alat bantu, seperti:

    • Stik es krim
    • Tutup botol
    • Kancing
    • Pensil
    • Balok
    • Kartu bilangan

    Contoh:

    Rina mempunyai 65 stik es krim.
    Sebanyak 15 stik diberikan kepada temannya.

    Maka:

    65 − 15 = 50

    Jadi, stik es krim Rina yang tersisa adalah 50 stik.


    C. Pengurangan Puluhan

    Pengurangan puluhan dapat dilakukan dengan mengurangi bagian puluhannya.

    Contoh:

    80 − 30 = ...

    80 terdiri dari 8 puluhan.
    30 terdiri dari 3 puluhan.

    8 puluhan − 3 puluhan = 5 puluhan.

    Jadi:

    80 − 30 = 50


    D. Pengurangan Bilangan Dua Angka

    Untuk menghitung pengurangan, kita dapat menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan.

    Contoh:

    76 − 24 = ...

    PuluhanSatuan
    76
    24
    52

    Jadi:

    76 − 24 = 52

    Caranya:

    • 6 satuan − 4 satuan = 2 satuan
    • 7 puluhan − 2 puluhan = 5 puluhan
    • Hasilnya = 52

    E. Pengurangan dengan Meminjam

    Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, kita dapat melakukan peminjaman 1 puluhan menjadi 10 satuan.

    Contoh:

    63 − 28 = ...

    Langkah:

    1. 3 satuan tidak dapat dikurangi 8 satuan.
    2. Pinjam 1 puluhan dari 6 puluhan.
    3. 6 puluhan menjadi 5 puluhan.
    4. 1 puluhan = 10 satuan, sehingga 3 + 10 = 13 satuan.
    5. 13 − 8 = 5.
    6. 5 − 2 = 3.

    Jadi:

    63 − 28 = 35


    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Ayah mempunyai 90 buah jeruk.
    Sebanyak 35 buah jeruk diberikan kepada tetangga.

    Berapa jeruk yang tersisa?

    90 − 35 = 55

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 55 buah.


    G. Latihan

    ·      


    F. Kesimpulan 

    KesimpulanPengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah. Bilangan 50 sampai 100 dapat dikurangi dengan menggunakan benda konkret, gambar, atau cara bersusun. Dalam melakukan pengurangan, kita perlu menghitung dengan teliti, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta memeriksa kembali hasilnya.


    Selasa, 03 November 2026

    Materi Ajar, Rabu 04 November 2026- Pendidikan Pancasila

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Pendidikan Pancasila 

    Hari/Tanggal

    :

      Rabu 04 November 2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

     UUD NKRI 1945  

    Pertemuan ke -

    :

       11 Minggu ke 1


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A, Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.


    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·      Menjelaskan aturan di lingkungan keluarga


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik diajak menyadari bahwa setiap keluarga memiliki aturan yang bertujuan menjaga ketertiban, keamanan, dan keharmonisan. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi sederhana: “Apakah aku sudah mematuhi aturan di rumah? Apakah aku merapikan mainan setelah bermain? Apakah aku meminta izin kepada orang tua sebelum pergi?” Peserta didik menyebutkan satu aturan di rumah yang sudah dipatuhi dan satu aturan yang masih perlu diperbaiki.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan aturan keluarga dengan kehidupan sehari-hari. Contohnya bangun dan tidur tepat waktu, merapikan tempat tidur, membantu orang tua, berbicara sopan, meminta izin sebelum melakukan sesuatu, menjaga kebersihan rumah, serta menyayangi anggota keluarga. Peserta didik menceritakan pengalaman ketika mematuhi aturan di rumah dan menjelaskan manfaat dari aturan tersebut.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    PPeserta didik belajar melalui kegiatan yang menyenangkan, seperti permainan “Tebak Aturan di Rumah”, bermain peran tentang mematuhi aturan keluarga, dan menyusun gambar kegiatan sesuai aturan di rumah. Peserta didik juga dapat membuat “Pohon Aturan Keluargaku” dengan menuliskan atau menggambar aturan yang biasa dilakukan di rumah. Kegiatan dilakukan secara berkelompok agar peserta didik dapat belajar sambil bermain, bekerja sama, dan saling berbagi pengalaman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia untuk hidup bersama dan saling membutuhkan dalam keluarga. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas keluarga yang Allah SWT berikan dengan cara menyayangi, menghormati, dan membantu anggota keluarga. Salah satu caranya adalah mematuhi aturan yang berlaku di rumah, seperti merapikan tempat tidur, menjaga kebersihan rumah, dan membantu orang tua.
    • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus selalu mematuhi aturan keluarga dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Contohnya, berbicara dengan sopan, meminta izin kepada orang tua sebelum pergi, belajar sesuai jadwal, dan menjaga kebersihan rumah.
    • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus menaati aturan keluarga meskipun tidak sedang diawasi oleh orang tua. Misalnya, tetap merapikan mainan setelah bermain, membuang sampah pada tempatnya, mengerjakan tugas, dan membantu anggota keluarga dengan ikhlas.






    A. Pengertian Aturan di Keluarga

    Aturan adalah ketentuan yang harus dipatuhi agar kehidupan bersama menjadi tertib, aman, dan nyaman.

    Keluarga juga memiliki aturan. Aturan tersebut harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga.

    B. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

    Beberapa contoh aturan di rumah, yaitu:

    1. Bangun dan tidur tepat waktu.
    2. Merapikan tempat tidur setelah bangun.
    3. Mandi dan menjaga kebersihan diri.
    4. Berbicara dengan sopan kepada orang tua.
    5. Meminta izin sebelum pergi keluar rumah.
    6. Membantu orang tua.
    7. Merapikan mainan setelah bermain.
    8. Membuang sampah pada tempatnya.
    9. Belajar sesuai jadwal.
    10. Menyayangi dan menghormati anggota keluarga.

    C. Mengapa Kita Harus Mematuhi Aturan?

    Kita harus mematuhi aturan karena aturan dapat membuat kehidupan keluarga menjadi:

    • Tertib, karena setiap anggota mengetahui apa yang harus dilakukan.
    • Aman, karena kita mengikuti aturan yang dibuat untuk kebaikan bersama.
    • Nyaman, karena anggota keluarga saling menghargai.
    • Rukun, karena setiap anggota menjalankan kewajibannya.
    • Disiplin, karena kita terbiasa melakukan sesuatu dengan baik dan tepat waktu.

    D. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

    Jika aturan tidak dipatuhi, dapat terjadi hal-hal yang kurang baik, misalnya:

    • Rumah menjadi tidak rapi.
    • Kegiatan keluarga menjadi tidak teratur.
    • Orang tua menjadi kecewa.
    • Dapat terjadi pertengkaran dengan saudara.
    • Lingkungan rumah menjadi kurang nyaman.

    E. Sikap yang Baik dalam Mematuhi Aturan

    Saat mematuhi aturan keluarga, kita sebaiknya:

    Mendengarkan → Memahami → Melaksanakan → Bertanggung jawab.

    Contohnya, ibu meminta kita merapikan mainan. Kita mendengarkan nasihat ibu, memahami bahwa rumah harus tetap rapi, kemudian merapikan mainan dengan penuh tanggung jawab.

    F. Hubungan dengan Asmaul Husna

    Al-Khaliq berarti Allah SWT Maha Pencipta. Kita bersyukur atas keluarga yang Allah SWT berikan dengan cara menyayangi dan membantu keluarga.

    Al-'Alim berarti Allah SWT Maha Mengetahui. Kita harus melakukan kebaikan dan mematuhi aturan keluarga dengan kesadaran.

    Ar-Raqib berarti Allah SWT Maha Mengawasi. Kita harus tetap mematuhi aturan meskipun tidak sedang diawasi oleh orang tua.

    G. Asesmen 

    1. Soal: Apa yang harus kamu lakukan kepada orang tua sebelum berangkat ke sekolah?
      • ​Kunci Jawaban: Sebelum berangkat ke sekolah, kita harus berpamitan kepada orang tua, mencium tangan mereka, dan memohon doa restu.
    2. ​Soal: Bagaimana sikapmu jika menonton televisi atau bermain gawai (HP) sudah melewati batas waktu yang ditentukan oleh orang tua?
      • ​Kunci Jawaban: Kita harus segera mematikan televisi atau HP dengan tertib dan mematuhi perintah orang tua untuk beristirahat atau belajar.
    3. ​Soal: Sebutkan aturan yang berkaitan dengan waktu bertamu atau bermain ke luar rumah pada sore hari!
      • ​Kunci Jawaban: Aturannya adalah harus meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua dan harus sudah pulang ke rumah sebelum hari mulai gelap atau sore hari.
    4. ​Soal: Apa manfaatnya jika semua anggota keluarga disiplin merapikan tempat tidur masing-masing setiap pagi?
      • ​Kunci Jawaban: Manfaatnya kamar tidur menjadi bersih, rapi, dan melatih kita untuk mandiri serta bertanggung jawab atas barang-barang sendiri.
    5. ​Soal: Mengapa kita tidak boleh berbuat gaduh atau ribut saat ada anggota keluarga lain yang sedang beristirahat atau tidur siang?
      • ​Kunci Jawaban: Agar orang tersebut tidak terganggu tidurnya dan bisa beristirahat dengan nyenyak sampai badannya kembali segar.


     H. Kesimpulan

    Aturan di lingkungan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga. Dengan mematuhi aturan, kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan harmonis. Mematuhi aturan juga melatih kita menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, sopan, dan peduli kepada keluarga.


    Materi Ajar, Jumat 06 November 2026 - Kongkulikuler

        Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi Hari/Tanggal : Jumat 06 Novemebr 2026  Fase/Kelas : A/ 2A ...