Minggu, 08 November 2026

Materi Ajar, Senin 09 November 2026- Seni Rupa

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Seni Rupa 

Hari/Tanggal

:

  Senin 09  November 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

  Mengenal Tekstur (Halus dan Kasar)         

Pertemuan ke -

:

   12 minggu ke 2


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·    Peserta didik dapat mengapresiasi karya diri sendiri yang menggunakan tekstur dan pola


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik mengamati berbagai benda di sekitar dengan penuh perhatian. Peserta didik mengenali perbedaan tekstur halus dan kasar melalui pengamatan dan sentuhan yang aman. Peserta didik menyadari bahwa setiap benda memiliki tekstur yang berbeda.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan tekstur dengan benda dalam kehidupan sehari-hari, seperti meja yang halus, kulit pohon yang kasar, kapas yang lembut, dan batu yang berpermukaan kasar. Peserta didik memahami bahwa tekstur dapat membuat karya seni rupa lebih menarik dan memiliki ciri khas.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik belajar melalui permainan tebak tekstur, mengamati benda, membuat kolase dari berbagai bahan, serta menghias karya dengan pola sederhana. Kegiatan dilakukan secara kreatif dan menyenangkan agar peserta didik berani mencoba dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Peserta didik mampu:

  1. Menyebutkan unsur-unsur seni rupa.

  2. Menjelaskan pengertian tekstur.

  3. Membedakan tekstur halus dan kasar.

  4. Menemukan contoh tekstur pada benda di sekitar.

  5. Membuat karya seni rupa menggunakan tekstur dan pola.

  6. Mengapresiasi serta menghargai karya sendiri dan karya teman.





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda dengan tekstur yang berbeda, seperti daun, batu, dan kulit pohon. Kita bersyukur atas keindahan ciptaan-Nya.

  • Al-Musawwir (Maha Membentuk): Allah SWT memberikan bentuk yang beragam pada ciptaan-Nya. Kita dapat meneladani keindahan bentuk tersebut sebagai inspirasi berkarya.

  • Al-Jamil (Maha Indah): Kita belajar menghargai keindahan ciptaan Allah SWT dan membuat karya seni dengan kreatif serta menjaga lingkungan.


  • Mengenal Tekstur (Halus dan Kasar)



    A. Apa Itu Tekstur?

    Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui sentuhan atau diamati dengan melihatnya.

    Dalam seni rupa, tekstur membuat karya terlihat lebih menarik dan memiliki ciri khas.

    B. Macam-Macam Tekstur

    Pile of white cotton balls

    1. Tekstur Halus

    Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa rata dan lembut ketika disentuh.

    Contoh: kertas, kaca, meja yang licin, dan kapas.

    Wood Tree Texture Background

    2. Tekstur Kasar

    Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau memiliki tonjolan ketika disentuh.

    Contoh: kulit pohon, batu, dan permukaan amplas.

    C. Apa Itu Pola?

    Pola adalah susunan bentuk, garis, atau gambar yang berulang secara teratur.

    Contoh pola:

    • Lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

    • Garis lurus – garis lengkung – garis lurus – garis lengkung.

    • Motif daun yang berulang.

    D. Tekstur dalam Karya Seni Rupa

    Tekstur dapat digunakan untuk membuat karya seni menjadi lebih menarik. Kita dapat membuat karya dengan menempelkan bahan yang memiliki permukaan berbeda, misalnya:

    • Kapas untuk tekstur lembut.

    • Daun untuk tekstur alami.

    • Kertas lipat untuk membentuk pola.

    • Potongan kulit jagung kering untuk tekstur yang lebih kasar.

    Contoh kegiatan: Membuat kolase pohon menggunakan kertas, daun kering, dan kapas.

    E. Mengapresiasi Karya Seni

    Mengapresiasi berarti melihat, menikmati, menghargai, dan memberikan tanggapan yang baik terhadap karya seni.

    Cara mengapresiasi karya sendiri:

    1. Menjelaskan bahan yang digunakan.

    2. Menyebutkan tekstur dan pola pada karya.

    3. Menceritakan bagian karya yang disukai.

    4. Menjaga dan merawat hasil karya.

    Kita juga harus menghargai karya teman dengan memberikan pujian yang sopan dan tidak mengejek hasil karyanya.


    ✏️ 7. Latihan/ Asesmen 

    LKPD


    🌈 AYO BERKARYA, SENIMAN CILIK! 🌈

    LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK • SENI RUPA KELAS 2

    Misi 3: Kolase “Hewan Kesayanganku”

    👧 Nama: __________________________________

    📅 Tanggal: ______________________________

    👫 Kelompok: ______________________________

    ⭐ Aku siap mencoba dan berkreasi!

    🎯 TARGET MISIKU

    Aku dapat merencanakan dan membuat kolase yang memiliki tekstur dan pola.

    🧠 MISI 1 — PILIH IDE HEWANMU!

    Amati gambar berikut. Pilih salah satu atau buat hewan kesukaanmu sendiri!

    ☐ KUCING

    ☐ IKAN

    ☐ KUPU-KUPU

    Hewan pilihanku: ______________________________________________

    Judul karya yang keren: _________________________________________

    ✏️ MISI 2 — GAMBAR RENCANAMU!

    Gambarlah bentuk hewan dan rencanakan bagian yang akan kamu hias.





    🧶 MISI 3 — PILIH BAHAN, TEKSTUR, DAN POLA!

    Tuliskan bahan yang akan kamu gunakan dan pola yang ingin kamu buat.

    BAGIAN KARYA

    BAHAN / TEKSTUR

    POLA YANG KUBUAT

    Badan







    Sayap / sirip / ekor







    Latar belakang







    ✅ MISI 4 — CEK KARYAKU!

    ☐  Aku menggunakan minimal dua tekstur yang berbeda.

    ☐  Aku membuat pola yang berulang dan teratur.

    ☐  Karyaku rapi dan sudah kuberi judul.

    ☐  Aku merapikan alat dan bahan setelah selesai.




    🌟 Kesimpulan

    Tekstur adalah sifat permukaan benda yang dapat diamati atau dirasakan. Tekstur dibedakan menjadi halus dan kasar, sedangkan pola merupakan susunan bentuk atau gambar yang berulang. Dengan memanfaatkan tekstur dan pola, kita dapat membuat karya seni yang menarik serta belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

    Pesan untuk anak-anak: Mari berkarya dengan gembira, menjaga kebersihan, dan menghargai setiap hasil karya! 🎨


    Materi Ajar, Senin 09 November 2026 - Bahasa Indonesia

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Bahasa Indonesia 

    Hari/Tanggal

    :

     Senin 09  November  2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Macam Macam Tempat Umum              

    Pertemuan ke -

    :

        11 Minggu ke  2


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Bahasa Indonesia 

    :

    Pada akhir Fase  A, Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       ·       Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik melakukan kegiatan menulis dengan penuh perhatian dan kesadaran. Peserta didik mengamati bentuk huruf, memperhatikan cara menulis huruf dengan benar, serta mengenali penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan jarak antar kata. Peserta didik berlatih memegang alat tulis dengan benar, duduk dengan posisi yang baik, dan menulis secara perlahan, rapi, serta teliti.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan kegiatan menulis dengan pengalaman sehari-hari. Peserta didik berlatih menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, nama benda di sekitar, serta kalimat sederhana tentang kegiatan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, peserta didik memahami bahwa keterampilan menulis bermanfaat untuk menyampaikan informasi, mengungkapkan perasaan, dan berkomunikasi dengan orang lain.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menulis melalui permainan dan aktivitas yang menyenangkan. Guru mengajak peserta didik bermain menyusun huruf menjadi kata, melengkapi huruf yang hilang, menebalkan huruf, menyalin kata dan kalimat sederhana, serta menulis berdasarkan gambar yang menarik. Peserta didik juga dapat menggunakan media digital untuk mengetik kata atau kalimat sederhana. Guru memberikan apresiasi terhadap setiap hasil tulisan peserta didik agar mereka semakin percaya diri dan bersemangat dalam belajar menulis.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    ·

    Mengenal fabel





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan berpikir dan berkomunikasi melalui tulisan. Peserta didik diajak menyadari bahwa keterampilan menulis merupakan salah satu nikmat dari Allah SWT yang harus disyukuri. Oleh karena itu, peserta didik belajar menulis huruf, kata, dan kalimat sederhana dengan baik dan benar.

      - Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Peserta didik belajar memahami bentuk huruf, penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan jarak antarkata dengan teliti. Peserta didik menyadari bahwa Allah SWT menyukai hamba-Nya yang rajin belajar dan mencari ilmu.

      - Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan manusia. Peserta didik diajak membiasakan diri menulis dengan jujur, teliti, rapi, dan bertanggung jawab. Peserta didik juga memahami bahwa tulisan dapat digunakan untuk menyampaikan pesan dan informasi yang baik serta bermanfaat bagi orang lain.

    Mengenal Fabel 

                                             


    A. Pengertian Menulis

    Menulis adalah kegiatan menyampaikan pikiran, perasaan, dan informasi melalui huruf, kata, dan kalimat. Kita dapat menulis menggunakan pensil, pulpen, atau mengetik melalui media digital.

    B. Cara Menulis dengan Benar

    1. Memegang pensil dengan benar.

    2. Duduk dengan posisi yang baik.

    3. Menulis huruf dengan bentuk yang jelas.

    4. Menggunakan huruf kapital pada awal kalimat dan nama orang.

    5. Memberikan jarak antara kata.

    6. Menggunakan tanda baca titik (.) di akhir kalimat.

    C. Contoh Menulis Huruf, Kata, dan Kalimat

    1. Menulis huruf

    A – B – C – D – E

    a – b – c – d – e

    2. Menulis kata

    • Buku

    • Sekolah

    • Ibu

    • Ayah

    • Teman

    3. Menulis kalimat sederhana

    • Saya suka membaca.

    • Ibu memasak nasi.

    • Ayah pergi bekerja.

    • Rani rajin belajar.

    D. Menulis dengan Media Digital

    Selain menggunakan kertas dan pensil, kita juga dapat menulis menggunakan komputer, laptop, atau tablet.

    Contohnya:

    • Mengetik nama sendiri.

    • Mengetik kata sederhana.

    • Mengetik kalimat dengan huruf kapital dan tanda baca yang benar.

    E.  Latihan Sederhana

    Ayo Berlatih Menulis!

    Salinlah kalimat berikut dengan tulisan yang rapi dan benar.

    1. Nama saya Rina.

    2. Saya rajin belajar.

    3. Ibu membaca buku.

    4. Ayah pergi bekerja.

    5. Saya sayang keluarga.

    Kesimpulan

    Menulis merupakan kegiatan menyampaikan pikiran dan informasi melalui huruf, kata, dan kalimat. Dalam menulis, kita harus memperhatikan bentuk huruf, kerapian, penggunaan huruf kapital, tanda baca, dan jarak antarkata. Kita dapat menulis menggunakan pensil di atas kertas maupun melalui media digital. Dengan rajin berlatih, kita akan semakin terampil menulis dan dapat menggunakan tulisan untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat.


    Rabu, 04 November 2026

    Materi Ajar, Jumat 06 November 2026 - Kongkulikuler

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Pendidikan Anti Korupsi

    Hari/Tanggal

    :

    Jumat 06 Novemebr 2026 

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Cerita Rakyat Lampung

    Pertemuan ke -

    :

       11 Minggu ke 1


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A Peserta didik mengenal dan memahami cerita rakyat sebagai bagian dari budaya daerah Lampung melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati gambar, menceritakan kembali, serta mengidentifikasi tokoh, tempat, dan pesan dalam cerita. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai budaya daerah, bekerja sama, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari cerita rakyat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       

  • Mengenal cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung.
  • Menyebutkan judul dan asal daerah cerita rakyat Lampung yang didengar atau dibaca.
  • Mengidentifikasi tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa sederhana dalam cerita.
  • Menceritakan kembali isi cerita rakyat Lampung dengan bahasa sederhana.


  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menyimak cerita rakyat Lampung dengan penuh perhatian dan kesadaran. Guru mengajak peserta didik untuk fokus mendengarkan cerita, memperhatikan gambar atau tayangan, serta mengenali tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan cerita rakyat Lampung dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami bahwa cerita rakyat bukan hanya cerita untuk didengarkan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar cerita rakyat Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan, aktif, kreatif, dan melibatkan kerja sama dengan teman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.



     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Cerita Rakyat Lampung  Danu Ranau 



     Dan 


    Pada zaman dahulu, di sebuah daerah yang indah di Lampung, hiduplah masyarakat yang hidup rukun. Mereka bekerja sebagai petani dan selalu menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Suatu hari, datanglah seorang kakek yang sedang berjalan jauh. Ia terlihat lelah dan membutuhkan makanan serta tempat untuk beristirahat.

    Kakek itu datang ke sebuah rumah dan meminta sedikit makanan. Namun, beberapa orang menolak untuk membantunya.

    Ada seorang anak yang merasa kasihan kepada kakek tersebut. Anak itu kemudian memberikan makanan dan minuman yang dimilikinya.

    “Terima kasih, Nak. Kamu memiliki hati yang baik,” kata kakek itu.

    Setelah beristirahat, kakek tersebut melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi, ia berpesan kepada masyarakat agar selalu saling membantu, berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Tidak lama kemudian, terjadi peristiwa besar. Air keluar dari tanah dan mengalir semakin banyak. Air tersebut memenuhi daerah di sekitar tempat tinggal masyarakat hingga membentuk sebuah danau yang sangat luas.

    Masyarakat kemudian menyebutnya Danau Ranau.

    Danau Ranau memiliki pemandangan yang indah. Airnya jernih dan dikelilingi oleh alam yang hijau.

    Sejak saat itu, masyarakat belajar untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan.

    Pesan Moral

    Dari cerita tersebut, kita dapat belajar:

    1. Kita harus saling membantu.
    2. Kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.
    3. Kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain.
    4. Kita harus menjaga alam dan lingkungan.
    5. Kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

     Murid dan guru bersama sama membuat karya pop up book tentang cerita rakyat lampung  berikut cara membuat pop up book 

    Kesimpulan

    Cerita rakyat Asal Usul Danau Ranau merupakan salah satu cerita yang mengenalkan kekayaan budaya daerah Lampung. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, peduli kepada orang lain, suka membantu, mau berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Melalui cerita Danau Ranau, kita juga belajar untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Sebagai anak Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Lampung dengan mengenal, menceritakan, dan menjaga cerita rakyat sebagai warisan budaya.

    Pesan utama:
    "Jadilah anak yang baik, suka menolong, mau berbagi, dan menghargai budaya daerah.

    Refleksi:

    ada kegiatan kokurikuler, peserta didik kelas 2 belajar mengenal cerita rakyat Lampung melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan menceritakan kembali isi cerita. Peserta didik juga membuat Pop-Up Book sebagai media untuk menyajikan tokoh, tempat, dan peristiwa dalam cerita.

    Melalui kegiatan ini, peserta didik terlihat antusias dan senang karena dapat belajar sambil berkarya. Peserta didik belajar mengenal budaya daerah, bekerja sama, berkreasi, serta berani menyampaikan hasil karyanya di depan teman-teman.

    Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami pesan dalam cerita dan menuangkannya dalam bentuk Pop-Up Book. Namun, beberapa peserta didik masih membutuhkan bimbingan dalam menyusun cerita secara berurutan, menggunting, melipat, dan menempel dengan rapi.

    Materi Ajar, Senin 09 November 2026- Seni Rupa

        Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Seni Rupa  Hari/Tanggal :   Senin 09  November 2026 Fase/Kelas : A/ 2A " Ibra...