Rabu, 28 Oktober 2026

Materi Ajar, Kamis 29 Oktobe 2026- Matematika

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Matematika 

Hari/Tanggal

:

 Kamis 29 Oktober 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

Operasi Penguranagan Bilangan 50-100     

Pertemuan ke -

:

   9 minggu ke 5


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

 

Tujuan Pembelajaran

:

·       Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan menyadari proses pengurangan yang dilakukan menggunakan benda konkret.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan operasi pengurangan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik belajar pengurangan melalui permainan dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.


AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda yang dapat kita gunakan untuk belajar, seperti buah, pensil, stik es krim, dan benda lainnya. Kita harus bersyukur atas ciptaan Allah SWT dengan menggunakan benda-benda tersebut dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Dalam pembelajaran pengurangan, peserta didik menggunakan benda konkret untuk memahami bahwa ketika sebagian benda diambil, jumlahnya menjadi lebih sedikit.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, teliti, dan tidak mudah menyerah. Saat melakukan operasi pengurangan, peserta didik menghitung benda dengan cermat, misalnya dari 50 benda diambil 20 benda, maka tersisa 30 benda. Peserta didik belajar bahwa ketelitian membantu memperoleh jawaban yang benar.
  • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus jujur dan bertanggung jawab dalam belajar, termasuk ketika menghitung benda dan menuliskan hasil pengurangan. Peserta didik tidak menyontek jawaban teman dan berusaha menghitung sendiri dengan benar. Sikap jujur dan bertanggung jawab dapat diterapkan saat bekerja secara individu maupun bersama kelompok.

  Operasi pengurangan bilangan 50 – 100


A. Pengertian Pengurangan

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Tanda pengurangan adalah −.

Contoh:
70 − 20 = 50

Artinya, dari 70 benda diambil 20 benda, sehingga tersisa 50 benda.


B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

Kita dapat menggunakan benda di sekitar sebagai alat bantu, seperti:

  • Stik es krim
  • Tutup botol
  • Kancing
  • Pensil
  • Balok
  • Kartu bilangan

Contoh:

Rina mempunyai 65 stik es krim.
Sebanyak 15 stik diberikan kepada temannya.

Maka:

65 − 15 = 50

Jadi, stik es krim Rina yang tersisa adalah 50 stik.


C. Pengurangan Puluhan

Pengurangan puluhan dapat dilakukan dengan mengurangi bagian puluhannya.

Contoh:

80 − 30 = ...

80 terdiri dari 8 puluhan.
30 terdiri dari 3 puluhan.

8 puluhan − 3 puluhan = 5 puluhan.

Jadi:

80 − 30 = 50


D. Pengurangan Bilangan Dua Angka

Untuk menghitung pengurangan, kita dapat menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan.

Contoh:

76 − 24 = ...

PuluhanSatuan
76
24
52

Jadi:

76 − 24 = 52

Caranya:

  • 6 satuan − 4 satuan = 2 satuan
  • 7 puluhan − 2 puluhan = 5 puluhan
  • Hasilnya = 52

E. Pengurangan dengan Meminjam

Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, kita dapat melakukan peminjaman 1 puluhan menjadi 10 satuan.

Contoh:

63 − 28 = ...

Langkah:

  1. 3 satuan tidak dapat dikurangi 8 satuan.
  2. Pinjam 1 puluhan dari 6 puluhan.
  3. 6 puluhan menjadi 5 puluhan.
  4. 1 puluhan = 10 satuan, sehingga 3 + 10 = 13 satuan.
  5. 13 − 8 = 5.
  6. 5 − 2 = 3.

Jadi:

63 − 28 = 35


F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

Ayah mempunyai 90 buah jeruk.
Sebanyak 35 buah jeruk diberikan kepada tetangga.

Berapa jeruk yang tersisa?

90 − 35 = 55

Jadi, jeruk yang tersisa adalah 55 buah.


G. Latihan

·      

F. Kesimpulan 

KesimpulanPengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah. Bilangan 50 sampai 100 dapat dikurangi dengan menggunakan benda konkret, gambar, atau cara bersusun. Dalam melakukan pengurangan, kita perlu menghitung dengan teliti, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta memeriksa kembali hasilnya.


Selasa, 27 Oktober 2026

Materi Ajar, Rabu 28 Oktober 2026- Bahasa Indonesia

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Bahasa Indonesia 

Hari/Tanggal

:

 Selasa 28 Oktober  2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

   Macam Macam Tempat Umum              

Pertemuan ke -

:

    10 Minggu ke  5


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau

tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·       Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik mengamati, mengenali, dan memahami berbagai tempat umum beserta fungsinya dengan penuh perhatian.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman mengunjungi tempat umum dalam kehidupan sehari-hari.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik belajar melalui tebak gambar, mencocokkan gambar, bermain peran, dan menggambar tempat umum.


AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

· Macam-macam tempat umum





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dan berbagai tempat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peserta didik diajak menyadari bahwa tempat umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit, taman, dan perpustakaan merupakan tempat yang bermanfaat bagi manusia.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Peserta didik belajar memperhatikan nama, fungsi, dan aturan di berbagai tempat umum dengan teliti.
  • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT selalu mengawasi perbuatan kita. Peserta didik menyadari pentingnya berperilaku baik, tertib, sopan, dan menjaga kebersihan ketika berada di tempat umum.


                                                · Macam-macam tempat umum





📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas 2 SD

Macam-Macam Tempat Umum

Tempat umum adalah tempat yang dapat digunakan atau dikunjungi oleh banyak orang untuk berbagai keperluan. Setiap tempat umum memiliki fungsi dan aturan yang berbeda.

🏫 1. Sekolah

Sekolah adalah tempat untuk belajar dan menuntut ilmu.
Contoh kegiatan: belajar, membaca, menulis, dan bermain bersama teman.

🛒 2. Pasar

Pasar adalah tempat untuk membeli dan menjual berbagai kebutuhan.
Contoh: membeli sayur, buah, ikan, dan kebutuhan sehari-hari.

🏥 3. Rumah Sakit

Rumah sakit adalah tempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Kita pergi ke rumah sakit ketika membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan.

📚 4. Perpustakaan

Perpustakaan adalah tempat untuk membaca dan meminjam buku.
Di perpustakaan kita harus menjaga ketenangan dan merawat buku.

🌳 5. Taman

Taman adalah tempat untuk bermain, bersantai, dan menikmati lingkungan.
Kita harus menjaga kebersihan taman dan tidak merusak tanaman.

🚌 6. Terminal

Terminal adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang kendaraan umum.
Contohnya bus dan angkutan umum.

🕌 7. Tempat Ibadah

Tempat ibadah adalah tempat untuk beribadah dan berdoa.
Contohnya masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng.

🚒 8. Kantor Pemadam Kebakaran

Kantor pemadam kebakaran merupakan tempat petugas pemadam kebakaran bekerja dan bersiap membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran.

🏦 9. Bank

Bank adalah tempat untuk menyimpan dan mengelola uang serta mendapatkan berbagai layanan keuangan.


🌟 Sikap Saat Berada di Tempat Umum

Saat berada di tempat umum, kita harus:

  • menjaga kebersihan;
  • membuang sampah pada tempatnya;
  • berbicara dengan sopan;
  • menaati aturan;
  • menjaga ketertiban;
  • menghormati orang lain;
  • menjaga fasilitas umum.

💥 Asesmen 

LATIHAN SOAL ESAI BAHASA INDONESIA

Kelas: 2 SD
Bab 3: Hati-Hati di Mana Saja
Materi: Keselamatan di Rumah, Sekolah, dan Tempat Umum

Nama: ........................................
Kelas: ........................................
Hari/Tanggal: ........................................

A. Soal Esai

Petunjuk: Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!

  1. Apa yang harus kamu lakukan jika melihat lantai yang basah dan licin?

  2. Mengapa kita tidak boleh berlari saat berada di tangga?

  3. Apa arti tanda peringatan "Awas Lantai Licin"?

  4. Sebutkan 2 contoh kalimat imbauan untuk menjaga keselamatan!

  5. Mengapa kita harus mematuhi tanda peringatan di tempat umum?


Kesimpulan 
Kita harus selalu berhati-hati saat berada di rumah, sekolah, jalan raya, dan tempat umum. Kita perlu mengenali benda-benda berbahaya, memahami tanda peringatan, serta mematuhi aturan keselamatan. Selain itu, kita harus memahami kalimat imbauan dan ajakan agar dapat mengingatkan orang lain untuk menjaga keselamatan. Dengan bersikap hati-hati, disiplin, dan bertanggung jawab, kita dapat melindungi diri sendiri dan orang lain dari bahaya serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Materi Ajar, Kamis 29 Oktobe 2026- Matematika

    Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Matematika  Hari/Tanggal :  Kamis 29 Oktober 2026 Fase/Kelas : A/ 2A " Ibrahi...