Senin, 17 Agustus 2026

Materi Ajar, Selasa 18 Agustus 2026

 Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

 A. Identitas Bloger

Nama Guru                     : Vina Apriyani 

Hari / Tanggal             :  Selasa 18  Agustus 2026

Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

Mapel                              : Bahasa Indonesia Dan Pendidikan Pancasila 

Materi                             : Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga ( P.Pancasila )
                                         Kalimat dengan kombinasi S-P-O ( Bahasa Indonesia ) 

Pertememuan Ke            : ke- 3buatkan apersepesi pemeblajaran bahasa ndo  (: 6 JP)

Apersepsi                         : "Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo anak-anak sholih dan sholihah kelas 2! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan selalu semangat belajar ya!

Sebelum mulai, Ibu/Bapak mau tanya dulu: Siapa yang tadi pagi sebelum berangkat sekolah pamit dan bersalaman dengan Ayah atau Ibu? Siapa juga yang tadi pagi membantu merapikan tempat tidurnya sendiri?" "MasyaAllah, hebat sekali! Tahukah anak-anak? Bersikap sopan, menyayangi keluarga, dan saling membantu di rumah adalah perbuatan terpuji yang diperintahkan oleh Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa [4]: 36:"

📖 وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..." (QS. An-Nisa: 36)

"Berbuat baik dan menjaga kerukunan di rumah merupakan cerminan dari Nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga." "Nah, sekarang coba anak-anak perhatikan cerita singkat Ibu/Bapak guru berikut ini:

Tadi pagi di rumah, Ahmad membantu Ibu. Coba kita sebutkan bersama-sama:

  • Siapa yang melakukan kegiatan? $\rightarrow$ Ahmad (Subjek / S)

  • Apa yang dilakukan Ahmad? $\rightarrow$ membantu (Predikat / P)

  • Siapa yang dibantu? $\rightarrow$ Ibu (Objek / O)

Wah, luar biasa! Kalimat "Ahmad membantu Ibu" adalah kalimat yang memiliki pola Subjek (S) - Predikat (P) - Objek (O).

Kalimat itu bukan hanya sekadar kalimat biasa, tetapi juga contoh nyata menerapkan nilai-nilai Pancasila di rumah, yaitu membantu orang tua dengan penuh kasih sayang.

Hari ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara membuat kalimat S-P-O sambil mengenal lebih banyak nilai-nilai kebaikan Pancasila di dalam keluarga kita!"

CP : -Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga (  Pendidikan Pancasila ) 
 

Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. ( Bahasa Indonesia )

TP :
Peserta didik dapat memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan fokus mengidentifikasi struktur kalimat kombinasi Subjek-Predikat-Objek (S-P-O).
-Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

ATP- Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar
-Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

Model / Motede : Discovery Learning 

Penjabaran Materi : 

 Bahasa Indonesia 



Teks Aural adalah teks atau cerita yang dibacakan oleh guru/orang tua dan kita dengarkan dengan teliti.

Ketika mendengarkan teks aural, kita belajar menjadi pendengar yang baik dengan cara:

  • Duduk dengan tenang dan tidak mengobrol.

  • Menyimak setiap kata yang diucapkan.

  • Memahami isi cerita (siapa tokohnya, apa yang dilakukan, dan pesan kebaikannya).


2. Mengenal Struktur Kalimat S-P-O

Kalimat yang lengkap dan jelas biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

A. Komponen S-P-O:

  1. Subjek (S) $\rightarrow$ Pelaku

    • Siapa yang melakukan kegiatan/tindakan?

    • Contoh: Ayah, Ibu, Ahmad, Siti, Adik.

  2. Predikat (P) $\rightarrow$ Tindakan/Kegiatan

    • Apa yang sedang dilakukan? (Kata kerja)

    • Contoh: membaca, membantu, menyiram, merapikan, mencuci.

  3. Objek (O) $\rightarrow$ Benda/Sasaran

    • Apa yang dikenai tindakan/kegiatan?

    • Contoh: buku, ibu, bunga, tempat tidur, piring.


3. Contoh Kalimat S-P-O & Hubungannya dengan Nilai Pancasila

Berikut adalah contoh kalimat S-P-O yang berisi perbuatan baik (menerapkan nilai-nilai Pancasila di rumah):


📌 Contoh 1:

"Ahmad membantu Ibu."

  • Ahmad $\rightarrow$ Subjek (S) (Siapa yang membantu?)

  • membantu $\rightarrow$ Predikat (P) (Apa yang dilakukan Ahmad?)

  • Ibu $\rightarrow$ Objek (O) (Siapa yang dibantu?)

💡 Nilai Pancasila: Menunjukkan sikap tolong-menolong dan sayang kepada orang tua di rumah.

Pancasila adalah dasar negara kita. Nilai-nilai kebaikan di dalam Pancasila tidak hanya dipakai di sekolah atau masyarakat, tetapi harus kita praktikan terlebih dahulu di rumah bersama keluarga.

Dengan menerapkan nilai Pancasila, suasana rumah akan menjadi aman, damai, rukun, dan penuh kasih sayang.


2. Penerapan Nilai Pancasila dalam Keluarga (Sila 1 - Sila 5)

🔴 Sila Ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

  • Nilai Utama: Taat beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT.

  • Contoh Perilaku di Rumah:

    • Berdoa bersama keluarga sebelum makan dan tidur.

    • Rajin beribadah/shalat bersama di rumah.

    • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.


🟡 Sila Ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Nilai Utama: Kasih sayang, sopan santun, dan saling menolong.

  • Contoh Perilaku di Rumah:

    • Bersikap sopan dan bicaranya lembut kepada Ayah dan Ibu.

    • Berpamitan dan bersalaman saat hendak keluar rumah.

    • Membantu Adik yang sedang kesulitan atau merawat anggota keluarga yang sakit.


🌳 Sila Ke-3: Persatuan Indonesia

  • Nilai Utama: Kerukunan, kebersamaan, dan tidak bertengkar.

  • Contoh Perilaku di Rumah:

    • Menjaga kerukunan dan tidak berebut mainan dengan saudara/kakak/adik.

    • Bekerja sama dan gotong royong membersihkan rumah pada hari libur.

    • Mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan rumah bersama-sama.


🦅 Sila Ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

  • Nilai Utama: Musyawarah (berdiskusi), mendengarkan pendapat, dan tidak memaksakan kehendak.

  • Contoh Perilaku di Rumah:

    • Berdiskusi bersama keluarga untuk menentukan tujuan liburan akhir pekan.

    • Bermusyawarah dalam membagi tugas membersihkan rumah.

    • Mau mendengarkan dan menerima nasihat dari orang tua.


🌾 Sila Ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

  • Nilai Utama: Bersikap adil, hemat, mandiri, dan menghargai hak orang lain.

  • Contoh Perilaku di Rumah:

    • Membagi makanan atau mainan secara adil dengan adik/kakak.

    • Merapikan tempat tidur dan mainan sendiri (sikap mandiri dan bertanggung jawab).

    • Tidak boros serta bersikap hemat dalam menggunakan air, listrik, dan uang saku.


3. Integrasi Nilai Keislaman

Menerapkan nilai-nilai kebaikan Pancasila di rumah sejajar dengan perintah Allah SWT dalam QS. An-Nisa [4]: 36:

📖 وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."


4. Rangkuman Singkat

  • Sila 1: Berdoa dan taat beribadah di rumah.

  • Sila 2: Hormat, sopan, dan membantu orang tua.

  • Sila 3: Rukun dengan saudara dan gotong royong di rumah.

  • Sila 4: Bermusyawarah dan mendengarkan nasihat keluarga.

  • Sila 5: Bersikap adil, mandiri, dan hemat.

Asesmen :

Bahasa Indonesia 

1. Tentukan Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O) dari kalimat berikut!

"Siti menyiram bunga."

  • Subjek (S): ....................................

  • Predikat (P): ....................................

  • Objek (O): ....................................


2. Lengkapilah kalimat S-P-O di bawah ini dengan kata (Objek) yang tepat!

"Ahmad merapikan .................................... setelah bangun tidur."


3. Susunlah kata-kata acak berikut menjadi kalimat S-P-O yang benar!

[ piring - mencuci - Ibu ]

Jawab: .........................................................................................


4. Buatlah 1 (satu) contoh kalimat S-P-O tentang kegiatan membantu keluarga di rumah!

Jawab: .........................................................................................


5. Bacalah cerita singkat di bawah ini dengan saksama!

"Pada hari Minggu, Budi membantu Ayah. Budi mencuci sepeda di halaman rumah."

Tuliskan kalimat yang berpola S-P-O dari cerita di atas, lalu sebutkan mana bagian Subjek, Predikat, dan Objek-nya!

Jawab:

  • Kalimat: ...................................................................................

  • Subjek (S): ....................

  • Predikat (P): ....................

  • Objek (O): ....................


Kesimpulan : 

"Anak-anak sholih dan sholihah, hari ini kita telah belajar hal yang sangat luar biasa!"

  1. Nilai-Nilai Pancasila di Rumah:

    Menerapkan Pancasila di rumah dapat kita wujudkan melalui perbuatan nyata sehari-hari, seperti rajin berdoa (Sila 1), sopan dan membantu orang tua (Sila 2), menjaga kerukunan (Sila 3), bermusyawarah (Sila 4), serta mandiri dan hemat (Sila 5).

  2. Kalimat S-P-O:

    Saat bercerita atau mendengarkan cerita (teks aural), kita dapat menyusun kalimat yang baik dan runtut dengan pola S-P-O:

    • S (Subjek): Pelaku / Siapa yang melakukan.

    • P (Predikat): Tindakan / Kegiatan yang dilakukan.

    • O (Objek): Benda / Sasaran yang dikenai tindakan.

💡 Pesan Utama:

Setiap kali kita mengucapkan atau menuliskan kalimat kebaikan S-P-O (seperti: "Siti membantu Ibu" atau "Budi merapikan mainan"), kita tidak hanya belajar Bahasa Indonesia yang baik, tetapi juga sedang mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dan perintah Allah SWT di rumah!


Refleksi pembelajaran - 

 Kendala : 
 Tindak lanjut : 
 Jumlah siswa yang paham: 
belum paham :

Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  19  Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran  Pendidikan pancasila dan Bahasa Indonesia 


Kamis, 13 Agustus 2026

Materi Ajar, Jumat 14 Agustus 2026

Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

 A. Identitas Bloger

Nama Guru                     : Vina Apriyani 

Hari / Tanggal             : Kamis 13  Agustus 2026

Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

Mapel                              : Kongkulikuler 

Materi                             : Cerita Rakyat Lampung

Pertememuan Ke            : ke- 5  (: 6 JP)

Apersepsi                         : Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah al Khalik, tidak hanya menciptakan kita sebagai manusia, tetapi juga Allah telah menciptakan angka-angka yang bisa membentuk suatu bilangan yang berarti di kehidupan kita. Dimana kemarin, anak-anak sudah mempelajari mengenai nilai-nilai tempat pada suatu bilangan.

CP : mampu mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerita rakyat Lampung yang disimak/dibaca, serta mampu mengidentifikasi dan membedakan jenis-jenis tari tradisional Lampung (Tari Sigeh Penguten, Tari Melinting, dan Tari Bedana) melalui pengamatan visual dan aktivitas apresiasi seni sederhana.

TP :
 Peserta didik dapat menceritakan kembali secara singkat isi cerita rakyat Lampung yang didengar.
Peserta didik dapat menentukan tokoh utama (siapa yang menjadi pusat cerita) dalam cerita rakyat Lampung.
Peserta didik dapat menunjukkan tokoh pendukung (siapa yang membantu atau mendampingi tokoh utama) dalam cerita tersebut.


ATP: Mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerita rakyat Lampung yang disimak/dibaca.

Model / Motede : Metode Dongeng & Role-Playing (Bermain Peran)

Penjabaran Materi : 

 Cerita Rakyat Lampung



Pengertian Tokoh Cerita (Bahasa Sederhana untuk Anak)

  • Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang ada di dalam cerita.

  • Tokoh Utama: Tokoh paling penting! Ceritanya menceritakan tentang dia dari awal sampai akhir. Paling sering muncul dan menjadi "pahlawan" atau pusat cerita.

  • Tokoh Pendukung: Teman, keluarga, atau penolong tokoh utama. Munculnya hanya sesekali untuk membantu tokoh utama.


2. Contoh Dongeng Singkat: "Kisah Si Buaya Perompak"

Rangkuman Cerita:

Di Sungai Tulang Bawang, Lampung, ada seekor Buaya Besar yang sangat ditakuti. Suatu hari, Buaya membawa seorang gadis baik hati bernama Murni ke dalam gua rahasianya di dasar sungai. Di dalam gua, Buaya memperlihatkan banyak harta karun. Murni tetap bersikap ramah dan tenang. Ketika Buaya tertidur lelap, Murni ditolong oleh seekor Burung Perkutut yang menunjukkan jalan keluar dari gua melalui sebuah lubang rahasia. Murni pun berhasil kembali pulang ke keluarganya dengan selamat.

Penjabaran Identifikasi Tokoh:

  • 🌟 Tokoh Utama:

    • Murni (Gadis yang menjadi pusat cerita dari awal sampai berhasil keluar gua)

    • Buaya Besar (Karakter utama pendukung jalan cerita)

  • 🤝 Tokoh Pendukung:

    • Burung Perkutut (Muncul di akhir cerita untuk menolong dan menunjukkan jalan keluar)

    • Orang Tua Murni (Muncul di awal dan akhir cerita)

Asesmen :

Pilihlah huruf A, B, atau C pada jawaban yang paling benar!

  1. Tokoh yang menjadi pusat cerita dan paling sering muncul dari awal sampai akhir cerita disebut …

    A. Tokoh pendukung

    B. Tokoh utama

    C. Tokoh penonton

  2. Dalam kisah "Si Buaya Perompak", Burung Perkutut membantu menunjukkan jalan keluar untuk Murni. Burung Perkutut bertindak sebagai …

    A. Tokoh utama

    B. Tokoh jahat

    C. Tokoh pendukung

  3. Tari tradisional Lampung yang khusus dibawakan untuk menyambut tamu agung adalah …

    A. Tari Bedana

    B. Tari Sigeh Penguten

    C. Tari Melinting

  4. Ciri khas utama dari Tari Melinting saat ditarikan adalah penarinya memegang …

    A. Kipas

    B. Piring

    C. Bunga

  5. Tarian tradisional Lampung yang menggambarkan suasana riang gembira dan ditarikan bersama-sama dinamakan …

    A. Tari Sigeh Penguten

    B. Tari Bedana

    C. Tari Melinting


B. SOAL ESAI SINGKAT

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

  1. Apakah perbedaan antara tokoh utama dan tokoh pendukung dalam sebuah cerita?

  2. Sebutkan nama mahkota emas khas Lampung yang dipakai di kepala saat menari Tari Sigeh Penguten!

  3. Kotak perunggu yang dibawa oleh penari Tari Sigeh Penguten untuk diserahkan kepada tamu disebut …

  4. Sebutkan 3 nama tari tradisional Lampung yang sudah kamu pelajari!

  5. Mengapa kita harus mempelajari cerita rakyat dan tari tradisional daerah Lampung?

Kesimpulan : 

Mengenal cerita rakyat dan memperagakan tari tradisional adalah bentuk rasa bangga dan cinta kita dalam melestarikan budaya daerah Lampung sejak dini.

Refleksi pembelajaran - 

 Kendala : Annanda sholeh sholeha sulit membedakan cerita rakyat lampung
 Tindak lanjut : Guru membimbing kembali ananda sholeh sholeha agar dapat mudah memahami cerita rakyat lampung 
 Jumlah siswa yang paham: 80% 
belum paham :20%

Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  18  Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran  Pendidikan pancasila dan Bahasa Indonesia 


Rabu, 12 Agustus 2026

Materi Ajar, Kamis 13 Agustus 2026

 Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

 A. Identitas Bloger

Hari / Tanggal             : Kamis 13  Agustus 2026

Nama Guru                     : Vina Apriyani 

Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

Mapel                              : Matematika dan Pendidikan Anti Korupsi 

B. Salam Sapaan Kepada Murid 

Assalamualaikum Wr. Wb 

Good Morning My Lovely Students 💓

How Are You Today ??

 Semoga di pagi yang sangat cerah ini💕💕 alhamdulillah mulai hari " Kamis 13 Agustus 2026 semogga kalian sudah siap mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas, Sebelum kita memulai pembelajaran, sebaiknya ananda sholeh sholehah semua sudah melaksanakan sholat dhuha secara berjamaah di kelas, setelah melakukan sholat dhuha kita akan lanjut muroja'ah surat-surat pendek ( sesuai jadwal pasword ) ya nak ..

C. Mapel 1 ( Matematika ) 

1. Capaian Pembelajaran : Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

Mapel 1 ( Pendidikan Anti Korupsi) : mengenal, memahami, dan membiasakan perilaku jujur serta disiplin dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat bermain. Peserta didik dapat menunjukkan kebiasaan berkata/bertindak benar tanpa takut, mematuhi aturan kelas/sekolah secara konsisten, serta tepat waktu dalam mengumpulkan tugas atau menjalankan kewajiban.

2. Tujuan Pembelajaran  ( Matematika ) : Membandingkan dan mengurutkan bilangan

Tujuan Pembelajaran  ( Pendidikan Anti Korupsi  ) menceritakan pengalaman pribadi ketika bertindak jujur (seperti berkata benar atau mengembalikan barang temuan) tanpa rasa takut.

3. Alur Tujuan Pembelajaran : 

 💫( Pendidikan Anti Korupsi ) Peserta didik mampu mengidentifikasi contoh perilaku jujur dan tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari melalui cerita, gambar, atau aktivitas kelas.

💫 ( Matematika)  Membandingkan dan mengurutkan bilangan

4. Materi Pokok

·  Membandingkan bilangan (>, <, =)

Mengurutkan bilangan

 ·Jujur dalam Perkataan dan Perbuatan

5. Alokasi Waktu : 1x Pertemuan 

6. Model Pembelajaran :Problem Based Learning (PBL) 

7. Media Pembelajaram: Media Pembelajaran:  

💫Buku Cerita Bergambar / Komik Strip dan vidoa pembelajaran 

💫Vidio pembelajaran, Pensil/ stik eskrim/ sedotan 

8. Apersepsi :

  1. Guru mengajak peserta didik mengamati gambar yang menunjukkan dua kelompok benda dengan jumlah yang berbeda maupun sama, misalnya:

    ·       Kelompok A: 🍎🍎🍎🍎🍎🍎 (6 apel)

    ·       Kelompok B: 🍎🍎🍎🍎 (4 apel)

     

    Anak-anak, Allah Swt. telah menganugerahkan akal kepada manusia agar kita dapat memahami bilangan dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan kita, bilangan sering digunakan untuk menghitung, membandingkan, dan mengurutkan jumlah benda sehingga kita dapat mengetahui mana yang lebih banyak, lebih sedikit, atau sama banyak dengan mudah dan teratur.

    Misalnya, Andi memiliki 18 pensil, sedangkan Budi memiliki 15 pensil. Karena jumlah pensil Andi lebih banyak, maka kita dapat menuliskan 18 > 15. Jika Siti memiliki 20 buku dan Rina juga memiliki 20 buku, maka kita menuliskan 20 = 20 karena jumlahnya sama. Sebaliknya, jika Dina memiliki 12 apel dan Rafi memiliki 16 apel, maka dituliskan 12 < 16 karena 12 lebih sedikit daripada 16.

    Melalui pembelajaran membandingkan dan mengurutkan bilangan, kita belajar menggunakan tanda > (lebih besar dari), < (lebih kecil dari), dan = (sama dengan) dengan benar. Kita juga belajar mengurutkan bilangan dari yang terkecil ke terbesar maupun dari yang terbesar ke terkecil. Kemampuan ini membantu kita dalam kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah buku, pensil, buah, atau benda lainnya. Dengan demikian, kita dapat menggunakan ilmu yang Allah Swt. berikan dengan teliti, jujur, dan penuh rasa syukur.

    Pertanyaan: (penalaran kritis)

    ·         Mengapa kita menggunakan tanda >, <, atau = saat membandingkan dua bilangan?

    ·         Mengapa kita menggunakan tanda >, <, atau = saat membandingkan dua bilangan?

    Mengapa penting membandingkan dan mengurutkan bilangan dalam kehidupan sehari-hari? Berikan contohnya. Orientasi Masalah


Pendidikan Anti Korupsi : 

  1. Guru memulai pembelajaran dengan menceritakan kisah singkat selama 2–3 menit menggunakan boneka tangan atau gambar visual.

"Anak-anak, hari ini Ibu/Bapak punya cerita tentang Beni. Saat sedang mewarnai di kelas, Beni melihat ada pensil warna merah di bawah mejanya. Padahal, Beni tidak punya pensil warna merah. Beni tahu itu pasti punya temannya yang jatuh."

  1. Pertanyaan Pemantik ke Siswa:

    • "Nah, menurut kalian, apa yang sebaiknya dilakukan Beni?"

    • "Kalau Beni mengembalikan pensil warna itu ke pemiliknya, Beni termasuk anak yang seperti apa, ya?"

  2. Penghubung ke Materi:

    • "Pintar sekali! Beni adalah contoh anak yang jujur. Hari ini kita akan belajar bersama tentang Perilaku Jujur, mengapa kita harus menjadi anak yang jujur, dan apa manfaatnya bagi kita!"

 

9. Materi: 

a. Penjelasan materi ; 

1. Membandingkan Bilangan

Membandingkan bilangan artinya menentukan mana bilangan yang lebih besar, lebih kecil, atau sama banyak.

A. Mengenal Simbol Perbandingan

  • > artinya Lebih dari / Lebih besar dari

    (Tips ingat: Bayangkan mulut buaya terbuka ke arah bilangan yang lebih besar!)

  • < artinya Kurang dari / Lebih kecil dari

  • = artinya Sama dengan (Jumlahnya sama banyak)


B. Cara Membandingkan Bilangan 2 Angka

  1. Lihat Angka Puluhannya terlebih dahulu.

    • Jika puluhannya beda, bilangan dengan puluhan lebih besar adalah yang lebih besar.

    • Contoh: 35 dan 28

      • Puluhan 35 adalah 3 (30)

      • Puluhan 28 adalah 2 (20)

      • Karena 3 lebih besar dari 2, maka $35 > 28$ (35 lebih besar dari 28).

  2. Jika Puluhannya Sama, lihat Angka Satuannya.

    • Contoh: 42 dan 47

      • Puluhannya sama-sama 4 (40).

      • Lihat satuannya: 2 dan 7.

      • Karena 2 lebih kecil dari 7, maka $42 < 47$ (42 lebih kecil dari 47).

  3. Jika Puluhan dan Satuan Sama Banyak:

    • Contoh: 50 dan 50 $\rightarrow$ $50 = 50$


2. Mengurutkan Bilangan

Mengurutkan bilangan artinya menyusun deretan angka agar berurutan dengan benar. Ada dua cara mengurutkan bilangan:

A. Mengurutkan dari yang Terkecil ke Terbesar

Cari bilangan yang nilainya paling kecil terlebih dahulu, lalu susun ke yang lebih besar.

  • Contoh Angka: 25, 12, 38, 19

  • Langkah:

    1. Perhatikan puluhannya: 2, 1, 3, 1

    2. Yang terkecil adalah puluhan 1 (12 dan 19) $\rightarrow$ 12 lebih kecil dari 19.

    3. Berikutnya puluhan 2 (25), lalu puluhan 3 (38).

  • Urutan Terkecil ke Terbesar: 12, 19, 25, 38


B. Mengurutkan dari yang Terbesar ke Terkecil

Cari bilangan yang nilainya paling besar terlebih dahulu, lalu susun turun ke yang lebih kecil.

  • Contoh Angka: 45, 15, 50, 32

  • Langkah:

    1. Perhatikan puluhannya: 4, 1, 5, 3

    2. Puluhan terbesar adalah 5 (50).

    3. Urutkan sisanya dari yang besar: 4 (45), 3 (32), lalu 1 (15).

  • Urutan Terbesar ke Terkecil: 50, 45, 32, 15


C. Asesmen :  ( Mtematika )


10. Kesimpulan

( Matematika ) Peserta didik menyimpulkan bahwa:

·         Simbol > digunakan untuk bilangan yang lebih besar, < untuk bilangan yang lebih kecil, dan = untuk bilangan yang sama.

·         Hasil perbandingan ditentukan berdasarkan jumlah benda atau nilai bilangan

·         Gambar benda konkret membantu memudahkan dalam membandingkan bilangan sebelum ditulis dalam bentuk simbol.

Membandingkan bilangan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti membandingkan jumlah benda, barang, atau hasil hitungan.

 (Pendidikan Anti Korupsi )

Inti Nilai Kejujuran:Perilaku jujur adalah berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan/kebenaran, seperti tidak berbohong, mengakui kesalahan, serta tidak mengambil barang yang bukan milik kita.

Penerapan Sehari-hari:Anak jujur selalu berani mengembalikan barang temuan kepada pemiliknya atau kepada guru, tidak menyontek saat mengerjakan tugas, dan bersedia meminta maaf jika berbuat salah.

Manfaat Berperilaku Jujur:Menjadi anak jujur akan membuat hati merasa tenang, dipercaya oleh orang tua dan guru, serta disukai oleh banyak teman.

11. Kesimpulan / Refleksi ( Kesimpulan Proses Pembelajaran) 

a. Kendala pada saat pembelajaran :

b. Rencana tindak lanjut :

c. Jumlah murid yang tidak hadir :

d. Jumlah murid yang paham dan yang tidak paham : 

12. Penutup 

Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  14 Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran Kongkulikuler 


Materi Ajar, Selasa 18 Agustus 2026

   A. Identitas Bloger Nama Guru                     : Vina Apriyani  H ari / Tanggal                 :  Selasa 18  Agustus 2026 Fase / Kela...