Senin, 31 Agustus 2026

Materi Ajar, Pendidikan Pancasila, Selasa 01 September 2026

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Pancasila 

Hari/Tanggal

:

 Selasa 01 September 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

  Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga  

Pertemuan ke -

:

   1


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.


Tujuan Pembelajaran

:

·     ·       Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik diajak menyadari bahwa keluarga adalah tempat pertama untuk belajar menerapkan nilai-nilai Pancasila. Guru mengajak peserta didik melakukan refleksi sederhana: “Apakah aku sudah membantu orang tua? Apakah aku sudah berbicara sopan kepada anggota keluarga? Apakah aku mau berbagi dengan saudara?” Peserta didik kemudian menyebutkan satu sikap baik yang sudah dilakukan di rumah dan satu sikap yang ingin diperbaiki.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan nilai-nilai Pancasila dengan kehidupan sehari-hari di keluarga, seperti berdoa dan menghormati agama anggota keluarga (sila ke-1), menyayangi dan membantu keluarga (sila ke-2), menjaga kerukunan keluarga (sila ke-3), bermusyawarah saat menentukan kegiatan keluarga (sila ke-4), serta berbagi dan berlaku adil kepada anggota keluarga (sila ke-5). Peserta didik menceritakan pengalaman menerapkan salah satu nilai tersebut di rumah.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik bermain “Kartu Sikap Pancasila”. Guru menyiapkan kartu berisi contoh perilaku di keluarga, misalnya membantu ibu, berbagi makanan dengan saudara, berdoa sebelum makan, meminta maaf, dan bermusyawarah. Secara berkelompok, peserta didik mengambil kartu, menentukan sila yang sesuai, lalu memperagakan perilaku tersebut melalui bermain peran sederhana. Kegiatan diakhiri dengan yel-yel Pancasila bersama.

AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang saling membutuhkan dan hidup bersama dalam keluarga. Oleh karena itu, kita harus bersyukur atas keluarga yang Allah SWT berikan dengan cara menyayangi, menghormati, dan membantu anggota keluarga. Contohnya, membantu orang tua membersihkan rumah dan menyayangi saudara.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri berbuat baik dan menerapkan nilai-nilai Pancasila di dalam keluarga. Misalnya, berkata jujur, menghormati orang tua, berbagi dengan saudara, dan menjaga kerukunan keluarga.
  • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus selalu berusaha melakukan perbuatan yang baik meskipun tidak ada yang melihat. Di lingkungan keluarga, kita dapat menerapkan nilai Pancasila dengan berdoa, membantu orang tua, menghargai anggota keluarga, bermusyawarah, berbagi, dan berlaku adil.

Keterkaitan dengan Pancasila:
Melalui pemahaman Al-Khaliq, Al-'Alim, dan Ar-Raqib, peserta didik diharapkan menyadari bahwa menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam keluarga merupakan salah satu bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, dengan membiasakan diri menjadi anak yang baik, peduli, jujur, bertanggung jawab, dan hidup rukun bersama keluarga.




A. Pengertian

Pancasila adalah dasar negara Indonesia yang memiliki lima sila. Nilai-nilai Pancasila dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan keluarga.

Keluarga merupakan tempat pertama bagi kita untuk belajar melakukan kebaikan, saling menghormati, bekerja sama, dan hidup rukun.

B. Contoh Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Keluarga

SilaBunyi SilaContoh Sikap di Lingkungan Keluarga
Sila ke-1Ketuhanan Yang Maha EsaBerdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, rajin beribadah, dan menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.
❤️ Sila ke-2Kemanusiaan yang Adil dan BeradabMenyayangi orang tua dan saudara, berbicara dengan sopan, membantu anggota keluarga, serta tidak menyakiti saudara.
🇮🇩 Sila ke-3Persatuan IndonesiaMenjaga kerukunan, bermain bersama saudara dengan rukun, saling membantu, dan tidak bertengkar.
🗣️ Sila ke-4Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/PerwakilanMendengarkan pendapat anggota keluarga, berdiskusi untuk menentukan kegiatan bersama, dan menerima keputusan bersama.
⚖️ Sila ke-5Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat IndonesiaBerbagi dengan saudara, tidak pilih kasih, melaksanakan tugas rumah dengan adil, dan menggunakan barang bersama secara bergantian.

C. Contoh Perilaku dalam Kehidupan Sehari-hari

1. Menghormati orang tua
Ketika ayah atau ibu berbicara, kita mendengarkan dengan baik dan menjawab dengan sopan.

2. Membantu anggota keluarga
Kita dapat membantu merapikan tempat tidur, menyimpan mainan, atau membantu pekerjaan rumah sesuai kemampuan.

3. Menyayangi saudara
Kita berbagi makanan atau mainan dan membantu saudara ketika membutuhkan bantuan.

4. Menjaga kerukunan
Jika terjadi perselisihan dengan saudara, kita sebaiknya berbicara dengan baik dan saling meminta maaf.

5. Bermusyawarah
Ketika keluarga akan menentukan kegiatan bersama, setiap anggota keluarga dapat menyampaikan pendapat dan mendengarkan pendapat orang lain.

6. Bersikap adil
Jika memiliki makanan atau mainan yang harus digunakan bersama, kita mau berbagi dan bergantian.

D. Sikap yang Harus Dibiasakan

Sebagai anak yang menerapkan Pancasila di keluarga, kita dapat membiasakan diri untuk:

  • 🙏 Rajin berdoa dan beribadah.
  • ❤️ Menyayangi keluarga.
  • 🗣️ Berbicara dengan sopan.
  • 🤝 Saling membantu.
  • 🏠 Menjaga kebersihan rumah.
  • 😊 Hidup rukun dengan saudara.
  • 👂 Mendengarkan pendapat orang lain.
  • ⚖️ Berbagi dan berlaku adil.
  • 💬 Menyelesaikan masalah dengan musyawarah.
  • 🌟 Bertanggung jawab terhadap tugas di rumah.

E. Contoh Cerita

“Aku Anak yang Menerapkan Pancasila”

Setiap pagi, Rani berdoa sebelum memulai kegiatan. Setelah itu, Rani merapikan tempat tidurnya. Ia juga membantu Ibu menyiapkan sarapan.

Ketika bermain dengan adiknya, Rani mau berbagi mainan. Mereka bermain dengan rukun dan tidak saling berebut.

Pada sore hari, keluarga Rani berdiskusi untuk menentukan kegiatan akhir pekan. Rani mendengarkan pendapat Ayah, Ibu, dan adiknya. Mereka kemudian membuat keputusan bersama.

Rani merasa senang karena dapat menerapkan nilai-nilai Pancasila di rumah.

F. Kesimpulan

Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Kita dapat beribadah, menghormati orang tua, menyayangi saudara, hidup rukun, bermusyawarah, membantu keluarga, berbagi, dan bersikap adil. Dengan menerapkan Pancasila setiap hari, keluarga menjadi lebih rukun, damai, dan bahagia.

Materi Ajar, Bahasa Indonesia, Selasa 01 September 2026

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Bahasa Indonesia 

Hari/Tanggal

:

 Selas 01 September 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

   Kalimat aktif dan pasif              

Pertemuan ke -

:

   1


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami isi bacaan dan/atau

tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·      ·       Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik membaca dengan penuh perhatian dan kesadaran terhadap kata-kata sederhana yang terdapat dalam bacaan atau tayangan. Peserta didik memperhatikan lafal, intonasi, dan tanda baca saat membaca serta menyadari pentingnya membaca dengan tenang dan percaya diri.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan kata-kata yang dibaca dengan pengalaman sehari-hari, seperti mengenalkan diri, anggota keluarga, menjaga kesehatan, dan menjaga lingkungan. Dengan demikian, peserta didik memahami bahwa kemampuan membaca membantu mereka memperoleh informasi dan berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik belajar membaca melalui kegiatan yang menyenangkan seperti permainan kartu kata, membaca bergiliran, mencocokkan kata dengan gambar, membaca bersama, dan permainan mencari kata. Kegiatan dilakukan secara interaktif sehingga peserta didik merasa senang, berani, dan percaya diri dalam membaca.


AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Membaca kata-kata sederhana dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dengan kemampuan untuk berpikir, berbicara, dan menulis. Kita dapat menggunakan kemampuan tersebut untuk membuat kalimat yang baik dan mudah dipahami. Dalam kalimat aktif dan pasif, kita belajar bagaimana menceritakan suatu kegiatan dengan tepat.
  • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kemampuan berbahasa dengan baik dan jujur. Misalnya, “Rani membaca buku.” Kalimat tersebut menunjukkan kegiatan yang dilakukan Rani.
  • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT selalu mengetahui dan mengawasi perbuatan kita. Karena itu, kita harus membiasakan diri melakukan perbuatan baik dan bertanggung jawab. Kita dapat menceritakannya melalui kalimat, misalnya “Buku dibaca oleh Rani.” Kalimat tersebut merupakan contoh kalimat pasif.

“Jadi, anak-anak, hari ini kita akan belajar bahwa kalimat dapat digunakan untuk menceritakan siapa yang melakukan suatu kegiatan dan siapa atau apa yang dikenai kegiatan tersebut. Mari belajar dengan teliti, santun, dan menyenangkan.” 🌈📚



Simbol dan sila-sila Pancasila 

M

A. Apa Itu Kalimat?

Kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki arti dan digunakan untuk menyampaikan suatu pikiran atau informasi.

Contoh:

  • Ibu memasak nasi.
  • Rina membaca buku.
  • Ayah mencuci sepeda.

B. Kalimat Aktif

Kalimat aktif adalah kalimat yang menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu melakukan suatu kegiatan.

Biasanya, kalimat aktif menggunakan kata kerja yang memiliki awalan me-, tetapi tidak selalu.

Contoh:

  1. Budi membaca buku.
    • Budi = orang yang melakukan kegiatan
    • membaca = kegiatan
    • buku = yang dikenai kegiatan
  2. Ibu memasak nasi.
    • Ibu melakukan kegiatan memasak.
  3. Siti menyiram bunga.
    • Siti melakukan kegiatan menyiram.

🌟 Ciri-ciri kalimat aktif:

  • Ada orang atau benda yang melakukan kegiatan.
  • Biasanya menggunakan kata kerja berawalan me-.
  • Menjelaskan siapa yang melakukan suatu kegiatan.

Contoh kata kerja:

  • membaca
  • menulis
  • memasak
  • menyapu
  • mencuci
  • menyiram
  • membawa
  • menggambar

C. Kalimat Pasif

Kalimat pasif adalah kalimat yang menunjukkan bahwa seseorang atau sesuatu dikenai suatu kegiatan.

Kalimat pasif sering menggunakan kata kerja berawalan di-.

Contoh:

  1. Buku dibaca oleh Budi.
    • Buku = yang dikenai kegiatan
    • dibaca = kegiatan
    • Budi = yang melakukan kegiatan
  2. Nasi dimasak oleh Ibu.
  3. Bunga disiram oleh Siti.
  4. Sepeda dicuci oleh Ayah.

🌟 Ciri-ciri kalimat pasif:

  • Menjelaskan sesuatu yang dikenai kegiatan.
  • Sering menggunakan kata kerja berawalan di-.
  • Sering terdapat kata oleh.

Contoh kata kerja:

  • dibaca
  • ditulis
  • dimasak
  • disapu
  • dicuci
  • disiram
  • dibawa
  • digambar

🔄 D. Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif

Kalimat AktifKalimat Pasif
Ibu memasak nasi.Nasi dimasak oleh Ibu.
Budi membaca buku.Buku dibaca oleh Budi.
Siti menyiram bunga.Bunga disiram oleh Siti.
Ayah mencuci mobil.Mobil dicuci oleh Ayah.
Rani menulis surat.Surat ditulis oleh Rani.

💡 Cara Mudah Mengingat

Aktif → siapa yang melakukan? 👦👧
Pasif → apa yang dikenai kegiatan? 📖🌸

Contoh:

Dina menyapu lantai.
➡️ Dina melakukan kegiatan menyapu.
➡️ Kalimat aktif.

Lantai disapu oleh Dina.
➡️ Lantai dikenai kegiatan menyapu.
➡️ Kalimat pasif.


🎯 E. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

🏠 Di rumah

  • Kakak merapikan tempat tidur.
  • Tempat tidur dirapikan oleh Kakak.

🏫 Di sekolah

  • Siswa membaca buku.
  • Buku dibaca oleh siswa.

🌳 Di lingkungan

  • Rina menanam bunga.
  • Bunga ditanam oleh Rina.

🍎 Tentang kesehatan

  • Ibu mencuci buah.
  • Buah dicuci oleh Ibu.

✏️ F. Latihan Sederhana/ Asesmesn 

1. Tentukan kalimat aktif atau pasif!

a. Ayah mencuci mobil.
b. Buku dibaca oleh Rina.
c. Ibu memasak sayur.
d. Bunga disiram oleh Siti.
e. Budi menulis cerita.

Jawaban:

  • a. Aktif
  • b. Pasif
  • c. Aktif
  • d. Pasif
  • e. Aktif

2. Ubahlah menjadi kalimat pasif!

Contoh:
Ibu memasak nasi.
➡️ Nasi dimasak oleh Ibu.

a. Budi membaca buku.
➡️ ______________________

b. Siti menyiram bunga.
➡️ ______________________

c. Ayah mencuci sepeda.
➡️ ______________________

3. Ubahlah menjadi kalimat aktif!

a. Buku dibaca oleh Rani.
➡️ ______________________

b. Bunga disiram oleh Edo.
➡️ ______________________

c. Mobil dicuci oleh Ayah.
➡️ ______________________


🌈 Kesimpulan

Kalimat aktif adalah kalimat yang menunjukkan pelaku melakukan suatu kegiatan.

Contoh: Rani membaca buku.

Kalimat pasif adalah kalimat yang menunjukkan sesuatu dikenai suatu kegiatan.

Contoh: Buku dibaca oleh Rani.

👉 Aktif = melakukan
👉 Pasif = dikenai kegiata

Materi Ajar, Pendidikan Pancasila, Selasa 01 September 2026

    Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila  Hari/Tanggal :  Selasa 01 September 2026 Fase/Kelas : A/ 2A ...