Kamis, 27 Agustus 2026

Materi Ajar, Kongkulikuler, Jumat 28 Agustus 2026

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Anti Korupsi

Hari/Tanggal

:

Jumat 28  Agustus 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

   Cerita Rakyat Lampung

Pertemuan ke -

:

   4


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A Peserta didik mengenal dan memahami cerita rakyat sebagai bagian dari budaya daerah Lampung melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati gambar, menceritakan kembali, serta mengidentifikasi tokoh, tempat, dan pesan dalam cerita. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai budaya daerah, bekerja sama, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari cerita rakyat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·       

  • Mengenal cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung.
  • Menyebutkan judul dan asal daerah cerita rakyat Lampung yang didengar atau dibaca.
  • Mengidentifikasi tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa sederhana dalam cerita.
  • Menceritakan kembali isi cerita rakyat Lampung dengan bahasa sederhana.


  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menyimak cerita rakyat Lampung dengan penuh perhatian dan kesadaran. Guru mengajak peserta didik untuk fokus mendengarkan cerita, memperhatikan gambar atau tayangan, serta mengenali tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan cerita rakyat Lampung dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami bahwa cerita rakyat bukan hanya cerita untuk didengarkan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar cerita rakyat Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan, aktif, kreatif, dan melibatkan kerja sama dengan teman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.




     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Cerita Rakyat Lampung 

    Pada zaman dahulu, di sebuah daerah yang indah di Lampung, hiduplah masyarakat yang hidup rukun. Mereka bekerja sebagai petani dan selalu menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Suatu hari, datanglah seorang kakek yang sedang berjalan jauh. Ia terlihat lelah dan membutuhkan makanan serta tempat untuk beristirahat.

    Kakek itu datang ke sebuah rumah dan meminta sedikit makanan. Namun, beberapa orang menolak untuk membantunya.

    Ada seorang anak yang merasa kasihan kepada kakek tersebut. Anak itu kemudian memberikan makanan dan minuman yang dimilikinya.

    “Terima kasih, Nak. Kamu memiliki hati yang baik,” kata kakek itu.

    Setelah beristirahat, kakek tersebut melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi, ia berpesan kepada masyarakat agar selalu saling membantu, berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Tidak lama kemudian, terjadi peristiwa besar. Air keluar dari tanah dan mengalir semakin banyak. Air tersebut memenuhi daerah di sekitar tempat tinggal masyarakat hingga membentuk sebuah danau yang sangat luas.

    Masyarakat kemudian menyebutnya Danau Ranau.

    Danau Ranau memiliki pemandangan yang indah. Airnya jernih dan dikelilingi oleh alam yang hijau.

    Sejak saat itu, masyarakat belajar untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan.

    Pesan Moral

    Dari cerita tersebut, kita dapat belajar:

    1. Kita harus saling membantu.
    2. Kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.
    3. Kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain.
    4. Kita harus menjaga alam dan lingkungan.
    5. Kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

    ASESMENT

  • Apa judul cerita rakyat yang kamu dengarkan?
  • Dari daerah manakah cerita Danau Ranau berasal?
  • Siapa tokoh yang datang dalam keadaan lelah?
  • Apa yang diminta oleh kakek kepada masyarakat?
  • Apa yang dilakukan anak kepada kakek?
  • Kunci Jawaban:

    1. Asal Usul Danau Ranau.
    2. Lampung.
    3. Seorang kakek.
    4. Makanan dan tempat untuk beristirahat.
    5. Memberikan makanan dan minuman.

    Kesimpulan

    Kesimpulan

    Cerita rakyat Asal Usul Danau Ranau merupakan salah satu cerita yang mengenalkan kekayaan budaya daerah Lampung. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, peduli kepada orang lain, suka membantu, mau berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Melalui cerita Danau Ranau, kita juga belajar untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Sebagai anak Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Lampung dengan mengenal, menceritakan, dan menjaga cerita rakyat sebagai warisan budaya.

    Pesan utama:
    "Jadilah anak yang baik, suka menolong, mau berbagi, dan menghargai budaya daerah."


    Rabu, 26 Agustus 2026

    Materi Ajar, Pendidikan Anti Korupsi, Kamis 27 Agustus 2026

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Pendidikan Anti Korupsi 

    Hari/Tanggal

    :

    Kamis 27  Agustus 2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Kepedulian

    Pertemuan ke -

    :

       2


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A Peserta didik mampu mengenal dan memahami pentingnya sikap peduli terhadap diri sendiri, orang lain, lingkungan, dan kepentingan bersama. Peserta didik menunjukkan perilaku peduli melalui tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman, menjaga kebersihan, berbagi, menghargai orang lain, serta menjaga fasilitas bersama sebagai bagian dari pembentukan karakter antikorupsi.

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       

  • Menjelaskan pengertian sederhana tentang sikap peduli.
  • Mengidentifikasi contoh perilaku peduli dan tidak peduli di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar.
  • Menjelaskan manfaat menerapkan sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan.
  • Menunjukkan sikap peduli melalui kegiatan membantu teman, menjaga kebersihan, berbagi, dan menjaga fasilitas bersama.
  • Membiasakan perilaku peduli dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud karakter antikorupsi.
  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik menyadari pentingnya memperhatikan keadaan orang lain dan lingkungan di sekitarnya. Peserta didik belajar mengenali perasaan dan kebutuhan teman, kemudian berpikir sebelum bertindak dengan menunjukkan sikap peduli, membantu, berbagi, dan menjaga lingkungan.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan sikap peduli dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu teman yang kesulitan, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, berbagi alat belajar, dan menjaga fasilitas bersama. Peserta didik memahami bahwa kepedulian membuat kehidupan bersama menjadi lebih nyaman, aman, dan harmonis.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar tentang kepedulian melalui kegiatan yang menyenangkan seperti bermain peran, mengamati gambar, permainan “Aku Anak Peduli”, cerita pendek, kerja kelompok, dan kegiatan membuat kartu kebaikan. Peserta didik diberi kesempatan untuk bergerak, berdiskusi, bekerja sama, dan menceritakan pengalaman peduli dengan suasana belajar yang menyenangkan.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.

    Peserta didik mengidentifikasi perilaku peduli dan tidak peduli.

    Peserta didik memahami pentingnya peduli terhadap orang lain.

    Peserta didik menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan.



     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Peduli 

    A. Pengertian Peduli

    Peduli adalah sikap memperhatikan keadaan orang lain, lingkungan, dan sesuatu yang menjadi tanggung jawab kita. Anak yang peduli mau membantu, berbagi, menjaga, dan menghargai orang lain.

    Contohnya:

    • Peduli kepada teman.
    • Peduli kepada keluarga.
    • Peduli terhadap kebersihan lingkungan.
    • Peduli terhadap barang milik bersama.
    • Peduli terhadap aturan dan ketertiban.

    B. Mengapa Kita Harus Peduli?

    Sikap peduli penting karena kita hidup bersama orang lain. Dengan peduli, kita dapat:

    • Membantu orang yang membutuhkan.
    • Membuat teman merasa senang dan dihargai.
    • Menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman.
    • Menjaga barang milik bersama.
    • Menciptakan suasana yang rukun dan aman.
    • Belajar bertanggung jawab terhadap kepentingan bersama.

    C. Contoh Sikap Peduli di Sekolah

    SituasiSikap Peduli
    Teman lupa membawa pensilMeminjamkan pensil jika memiliki lebih
    Melihat sampah di lantaiMemungut dan membuangnya ke tempat sampah
    Buku perpustakaan berserakanMembantu merapikannya
    Teman kesulitan memahami pelajaranMembantu dengan cara yang baik
    Tanaman kelas mulai layuMembantu menyiramnya
    Melihat meja dan kursi berantakanMembantu merapikannya
    Menemukan barang milik temanMengembalikannya kepada pemilik

    D. Peduli Bukan Hanya kepada Teman

    Kepedulian dapat ditunjukkan kepada:

    👨‍👩‍👧 Keluarga
    Membantu orang tua, merapikan mainan, dan menjaga kebersihan rumah.

    👫 Teman
    Menolong teman yang kesulitan, berbagi, dan tidak mengejek.

    🏫 Sekolah
    Menjaga kebersihan kelas dan merawat fasilitas sekolah.

    🌱 Lingkungan
    Tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga tanaman.

    📚 Barang Bersama
    Menggunakan buku, meja, kursi, dan alat sekolah dengan baik.

    E. Peduli dan Nilai Antikorupsi

    Sikap peduli berkaitan dengan karakter antikorupsi karena kita belajar untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Kita juga harus memperhatikan hak orang lain dan kepentingan bersama.

    Misalnya:

    • Tidak mengambil barang milik teman.
    • Tidak merusak fasilitas bersama.
    • Mau berbagi dengan adil.
    • Menggunakan barang milik bersama sesuai kebutuhan.
    • Mengembalikan barang yang bukan milik kita.
    • Membantu menjaga lingkungan sekolah.

    Dengan demikian, sejak kecil peserta didik belajar menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan peduli.

    F. Cerita Pendek: “Rani Anak Peduli”

    Suatu pagi, Rani melihat banyak kertas berserakan di lantai kelas. Rani tidak membiarkannya. Ia mengambil kertas-kertas tersebut dan membuangnya ke tempat sampah.

    Tidak lama kemudian, Rani melihat Siti kesulitan membawa beberapa buku. Rani segera membantu membawakan sebagian buku tersebut.

    Guru memuji Rani karena telah menunjukkan sikap peduli.

    Rani berkata, “Saya senang membantu karena kelas menjadi bersih dan teman menjadi lebih ringan pekerjaannya.”

    Pesan cerita:
    Kita dapat menunjukkan kepedulian melalui hal-hal sederhana. Tidak perlu menunggu menjadi orang dewasa untuk berbuat baik.

    G. Ayo Kita Bedakan!

    Perilaku Peduli 👍

    • Membantu teman.
    • Menjaga kebersihan.
    • Berbagi.
    • Mengembalikan barang yang ditemukan.
    • Merawat fasilitas sekolah.

    Perilaku Tidak Peduli 👎

    • Membiarkan teman kesulitan.
    • Membuang sampah sembarangan.
    • Merusak barang bersama.
    • Mengambil barang teman.
    • Tidak mau menjaga kebersihan.

    H. Ayo Berlatih

    1. Pilih perilaku yang menunjukkan sikap peduli!

    a. Membantu teman yang jatuh.
    b. Membuang sampah di halaman.
    c. Merusak buku perpustakaan.

    Jawaban: a.

    2. Jika melihat sampah di kelas, sebaiknya kita ....
    Jawaban: mengambil dan membuangnya ke tempat sampah.

    3. Jika menemukan pensil milik teman, kita harus ....
    Jawaban: mengembalikannya kepada pemilik.

    4. Sebutkan dua contoh sikap peduli di sekolah!
    Jawaban: membantu teman dan menjaga kebersihan kelas.

    I. Kesimpulan

    Peduli berarti memperhatikan, membantu, menjaga, dan menghargai orang lain serta lingkungan. Sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana setiap hari. Anak yang peduli akan menjaga hak orang lain, merawat lingkungan, dan menggunakan fasilitas bersama dengan bertanggung jawab.

    🌟 Pesan untuk Peserta Didik

    “Aku anak peduli. Aku mau membantu, berbagi, menjaga kebersihan, dan menghargai hak orang lain.”

    ASSESSMENT

    LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

    Pertemuan 1: Mengenal Sikap Peduli terhadap Teman

    Nama

    ...............................................

    Kelas

    II (Dua)

    Tanggal

    ...............................................

     

    Petunjuk Pengerjaan:

            Amati setiap gambar situasi di bawah ini bersama kelompokmu.

            Beri tanda centang (✓) pada gambar yang menunjukkan sikap peduli.

            Tuliskan alasanmu pada kolom yang tersedia.

     

    No

    Gambar/Situasi

    Peduli (✓)

    Alasan

    1

    Teman terjatuh dan menangis, aku membantunya berdiri.

     

     

    2

    Ada teman lupa membawa pensil, aku meminjamkannya.

     

     

    3

    Aku melihat teman kesulitan, tetapi aku pergi bermain sendiri.

     

     

    4

    Teman terlihat sedih, aku menghampiri dan menanyakan keadaannya.

     

     

     

    Tuliskan minimal 3 bentuk sikap peduli yang kamu ketahui:

    1. .......................................................................

    2. .......................................................................

    3. .......................................................................

    Kesimpulan

    Peduli adalah sikap memperhatikan, membantu, dan menjaga orang lain serta lingkungan sekitar. Sikap peduli dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana, seperti membantu teman, berbagi, menjaga kebersihan, merawat fasilitas sekolah, dan mengembalikan barang yang bukan milik kita.

    Dengan membiasakan sikap peduli sejak dini, kita belajar menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan menghargai hak orang lain. Sikap peduli merupakan salah satu bagian penting dalam membangun karakter antikorupsi.

    Pesan: 🌟 “Aku anak peduli, aku senang membantu, berbagi, dan menjaga milik bersama.”



    Selasa, 25 Agustus 2026

    Materi Ajar, Matematika, Kamis 27 Agustus 2026

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Bahasa Indonesia 

    Hari/Tanggal

    :

    Kamis 27  Agustus 2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Operasi penjumlahan bilangan 50 – 100

    Pertemuan ke -

    :

       2


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       Peserta didik dapat Peserta didik memahami konsep dekomposisi bilangan sebagai proses mengurai bilangan menjadi bagian-bagian penyusunnya


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik belajar dengan fokus dan teliti saat mengamati suatu bilangan. Peserta didik menyadari bahwa satu bilangan dapat diuraikan menjadi beberapa bagian penyusun, misalnya 25 = 20 + 5. Peserta didik mengembangkan kebiasaan berpikir sebelum menjawab, mengamati nilai tempat puluhan dan satuan, serta menyampaikan alasan dari hasil penguraiannya.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan konsep dekomposisi bilangan dengan kehidupan sehari-hari, seperti mengelompokkan 25 benda menjadi 20 dan 5, 25 kelereng menjadi kelompok puluhan dan satuan, atau membagi jumlah benda ke dalam beberapa kelompok. Peserta didik memahami bahwa dekomposisi membantu mereka lebih mudah mengenal, membaca, membandingkan, dan melakukan operasi pada bilangan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar melalui kegiatan bermain dan eksplorasi, seperti permainan kartu bilangan, menyusun benda konkret, permainan “Bongkar Bilangan”, dan kerja kelompok. Peserta didik bebas mencoba berbagai cara menguraikan bilangan, berdiskusi dengan teman, serta mendapatkan apresiasi atas usaha dan jawabannya.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


     Operasi penjumlahan bilangan 50 – 100

    1. Pengertian Penjumlahan
    Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua bilangan atau lebih sehingga mendapatkan jumlah keseluruhan.

    Contoh:
    50 + 10 = 60

    2. Penjumlahan Berdasarkan Nilai Tempat
    Bilangan 50–100 dapat dijumlahkan dengan memperhatikan puluhan dan satuan.

    Contoh:
    34 + 25

    • Puluhan: 30 + 20 = 50
    • Satuan: 4 + 5 = 9
    • Jadi: 50 + 9 = 59

    3. Penjumlahan Tanpa Menyimpan
    Penjumlahan tanpa menyimpan terjadi jika jumlah satuannya kurang dari 10.


     52
    + 24
    ----
      76

    Satuan: 2 + 4 = 6
    Puluhan: 5 + 2 = 7
    Jadi, 52 + 24 = 76.

    4. Penjumlahan dengan Menyimpan
    Jika jumlah satuan 10 atau lebih, kita melakukan penyimpanan ke tempat puluhan.

    Contoh:

      58
    + 27
    ----
      85
    • Satuan: 8 + 7 = 15 → tulis 5, simpan 1 puluhan.
    • Puluhan: 5 + 2 + 1 = 8.
    • Jadi, 58 + 27 = 85.

    5. Penjumlahan Menggunakan Benda Konkret
    Penjumlahan dapat dilakukan dengan benda seperti stik es krim, kancing, balok, atau gambar benda.

    Contoh:
    Ada 56 apel, kemudian ditambah 23 apel.

    56 + 23 = 79

    Jadi, jumlah apel seluruhnya adalah 79 buah.


    ASSESSMENT


    Berisi:

    ·       Melakukan komposisi (menyusun bilangan) sampai 100 menggunakan benda konkret.

    ·       Melakukan dekomposisi (mengurai bilangan) sampai 100 menggunakan benda konkret.

    ·       Menentukan nilai puluhan dan satuan dengan benar.

    ·       Menjelaskan proses komposisi dan dekomposisi dengan bahasa sederhana.

    Menyelesaikan soal cerita sederhana dalam kehidupan sehari-hari.




    Kesimpulan

    Operasi penjumlahan bilangan 50–100 dilakukan dengan menggabungkan bilangan. Dalam menghitung, peserta didik perlu memperhatikan nilai tempat puluhan dan satuan. Penjumlahan dapat dilakukan tanpa menyimpan maupun dengan menyimpan. Dengan menggunakan benda konkret dan cara bersusun, penjumlahan menjadi lebih mudah dipahami.




    Materi Ajar, Kongkulikuler, Jumat 28 Agustus 2026

        Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi Hari/Tanggal : Jumat 28  Agustus 2026 Fase/Kelas : A/ 2A ...