Rabu, 30 September 2026

Materi Ajar, Jumat 02 Oktober 2026- Kongkulikuler

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Pendidikan Anti Korupsi

Hari/Tanggal

:

Jumat  02 Oktober 2026 

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

   Cerita Rakyat Lampung

Pertemuan ke -

:

   8 Minggu 1


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A Peserta didik mengenal dan memahami cerita rakyat sebagai bagian dari budaya daerah Lampung melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati gambar, menceritakan kembali, serta mengidentifikasi tokoh, tempat, dan pesan dalam cerita. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai budaya daerah, bekerja sama, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari cerita rakyat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·       

  • Mengenal cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung.
  • Menyebutkan judul dan asal daerah cerita rakyat Lampung yang didengar atau dibaca.
  • Mengidentifikasi tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa sederhana dalam cerita.
  • Menceritakan kembali isi cerita rakyat Lampung dengan bahasa sederhana.


  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menyimak cerita rakyat Lampung dengan penuh perhatian dan kesadaran. Guru mengajak peserta didik untuk fokus mendengarkan cerita, memperhatikan gambar atau tayangan, serta mengenali tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan cerita rakyat Lampung dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami bahwa cerita rakyat bukan hanya cerita untuk didengarkan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar cerita rakyat Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan, aktif, kreatif, dan melibatkan kerja sama dengan teman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.



     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Cerita Rakyat Lampung  Danu Ranau 



     Dan 


    Pada zaman dahulu, di sebuah daerah yang indah di Lampung, hiduplah masyarakat yang hidup rukun. Mereka bekerja sebagai petani dan selalu menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Suatu hari, datanglah seorang kakek yang sedang berjalan jauh. Ia terlihat lelah dan membutuhkan makanan serta tempat untuk beristirahat.

    Kakek itu datang ke sebuah rumah dan meminta sedikit makanan. Namun, beberapa orang menolak untuk membantunya.

    Ada seorang anak yang merasa kasihan kepada kakek tersebut. Anak itu kemudian memberikan makanan dan minuman yang dimilikinya.

    “Terima kasih, Nak. Kamu memiliki hati yang baik,” kata kakek itu.

    Setelah beristirahat, kakek tersebut melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi, ia berpesan kepada masyarakat agar selalu saling membantu, berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Tidak lama kemudian, terjadi peristiwa besar. Air keluar dari tanah dan mengalir semakin banyak. Air tersebut memenuhi daerah di sekitar tempat tinggal masyarakat hingga membentuk sebuah danau yang sangat luas.

    Masyarakat kemudian menyebutnya Danau Ranau.

    Danau Ranau memiliki pemandangan yang indah. Airnya jernih dan dikelilingi oleh alam yang hijau.

    Sejak saat itu, masyarakat belajar untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan.

    Pesan Moral

    Dari cerita tersebut, kita dapat belajar:

    1. Kita harus saling membantu.
    2. Kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.
    3. Kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain.
    4. Kita harus menjaga alam dan lingkungan.
    5. Kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

     Murid dan guru bersama sama membuat karya pop up book tentang cerita rakyat lampung  berikut cara membuat pop up book 

    Kesimpulan

    Cerita rakyat Asal Usul Danau Ranau merupakan salah satu cerita yang mengenalkan kekayaan budaya daerah Lampung. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, peduli kepada orang lain, suka membantu, mau berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Melalui cerita Danau Ranau, kita juga belajar untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Sebagai anak Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Lampung dengan mengenal, menceritakan, dan menjaga cerita rakyat sebagai warisan budaya.

    Pesan utama:
    "Jadilah anak yang baik, suka menolong, mau berbagi, dan menghargai budaya daerah.


    Materi Ajar, Kamis 01 Oktober 2026- Matematika

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Matematika 

    Hari/Tanggal

    :

     Kamis 01 Oky2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

    Operasi Penguranagan Bilangan 50-100     

    Pertemuan ke -

    :

       8 minggu ke 5


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A, Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat).

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik diajak untuk fokus, teliti, dan menyadari proses pengurangan yang dilakukan menggunakan benda konkret.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan operasi pengurangan dengan situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar pengurangan melalui permainan dan aktivitas kelompok yang menyenangkan.


    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 100





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda yang dapat kita gunakan untuk belajar, seperti buah, pensil, stik es krim, dan benda lainnya. Kita harus bersyukur atas ciptaan Allah SWT dengan menggunakan benda-benda tersebut dengan baik dan tidak menyia-nyiakannya. Dalam pembelajaran pengurangan, peserta didik menggunakan benda konkret untuk memahami bahwa ketika sebagian benda diambil, jumlahnya menjadi lebih sedikit.
    • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Oleh karena itu, kita harus belajar dengan sungguh-sungguh, teliti, dan tidak mudah menyerah. Saat melakukan operasi pengurangan, peserta didik menghitung benda dengan cermat, misalnya dari 50 benda diambil 20 benda, maka tersisa 30 benda. Peserta didik belajar bahwa ketelitian membantu memperoleh jawaban yang benar.
    • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT Maha Mengawasi setiap perbuatan kita. Karena itu, kita harus jujur dan bertanggung jawab dalam belajar, termasuk ketika menghitung benda dan menuliskan hasil pengurangan. Peserta didik tidak menyontek jawaban teman dan berusaha menghitung sendiri dengan benar. Sikap jujur dan bertanggung jawab dapat diterapkan saat bekerja secara individu maupun bersama kelompok.

      Operasi pengurangan bilangan 50 – 100


    A. Pengertian Pengurangan

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

    Tanda pengurangan adalah −.

    Contoh:
    70 − 20 = 50

    Artinya, dari 70 benda diambil 20 benda, sehingga tersisa 50 benda.


    B. Pengurangan Menggunakan Benda Konkret

    Kita dapat menggunakan benda di sekitar sebagai alat bantu, seperti:

    • Stik es krim
    • Tutup botol
    • Kancing
    • Pensil
    • Balok
    • Kartu bilangan

    Contoh:

    Rina mempunyai 65 stik es krim.
    Sebanyak 15 stik diberikan kepada temannya.

    Maka:

    65 − 15 = 50

    Jadi, stik es krim Rina yang tersisa adalah 50 stik.


    C. Pengurangan Puluhan

    Pengurangan puluhan dapat dilakukan dengan mengurangi bagian puluhannya.

    Contoh:

    80 − 30 = ...

    80 terdiri dari 8 puluhan.
    30 terdiri dari 3 puluhan.

    8 puluhan − 3 puluhan = 5 puluhan.

    Jadi:

    80 − 30 = 50


    D. Pengurangan Bilangan Dua Angka

    Untuk menghitung pengurangan, kita dapat menggunakan nilai tempat puluhan dan satuan.

    Contoh:

    76 − 24 = ...

    PuluhanSatuan
    76
    24
    52

    Jadi:

    76 − 24 = 52

    Caranya:

    • 6 satuan − 4 satuan = 2 satuan
    • 7 puluhan − 2 puluhan = 5 puluhan
    • Hasilnya = 52

    E. Pengurangan dengan Meminjam

    Jika angka satuan yang dikurangi lebih kecil, kita dapat melakukan peminjaman 1 puluhan menjadi 10 satuan.

    Contoh:

    63 − 28 = ...

    Langkah:

    1. 3 satuan tidak dapat dikurangi 8 satuan.
    2. Pinjam 1 puluhan dari 6 puluhan.
    3. 6 puluhan menjadi 5 puluhan.
    4. 1 puluhan = 10 satuan, sehingga 3 + 10 = 13 satuan.
    5. 13 − 8 = 5.
    6. 5 − 2 = 3.

    Jadi:

    63 − 28 = 35


    F. Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari

    Ayah mempunyai 90 buah jeruk.
    Sebanyak 35 buah jeruk diberikan kepada tetangga.

    Berapa jeruk yang tersisa?

    90 − 35 = 55

    Jadi, jeruk yang tersisa adalah 55 buah.


    G. Latihan

    ·       Melakukan pengurangan bilangan sampai 100 menggunakan benda konkret

    ·       Menyatakan hasil pengurangan dengan benar

    Menjelaskan proses pengurangan secara sederha


    1. Ani memiliki 25 permen. Ibu memberi 15 permen lagi. Berapa jumlah permen Ani sekarang?

    2. Budi mempunyai 40 kelereng. Ia memberikan 12 kelereng kepada temannya. Berapa kelereng Budi yang tersisa?

    3. Siti membeli 30 pensil dan 20 penghapus. Berapa jumlah barang yang dibeli Siti?

    4. Rani memiliki 50 buku. Ia memberikan 18 buku kepada adiknya. Berapa buku Rani yang tersisa?

    5. Andi mengumpulkan 35 stiker. Kemudian, ia mendapat 25 stiker lagi. Berapa jumlah stiker Andi sekarang?


    Kesimpulan

    Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari suatu jumlah. Bilangan 50 sampai 100 dapat dikurangi dengan menggunakan benda konkret, gambar, atau cara bersusun. Dalam melakukan pengurangan, kita perlu menghitung dengan teliti, memahami nilai tempat puluhan dan satuan, serta memeriksa kembali hasilnya.


    Materi Ajar, Jumat 02 Oktober 2026- Kongkulikuler

        Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Pendidikan Anti Korupsi Hari/Tanggal : Jumat  02 Oktober 2026  Fase/Kelas : A/ 2A ...