Minggu, 18 Oktober 2026

Materi Ajar, Senin 19 Oktober 2026- Seni Rupa

 

 Idendtitas

Nama Guru

:

Vina Apriyani

Mata Pelajaran

:

Seni Rupa 

Hari/Tanggal

:

  Senin 19 Oktober 2026

Fase/Kelas

:

A/ 2A " Ibrahim "

Judul Materi

:

  Mengenal Tekstur (Halus dan Kasar)         

Pertemuan ke -

:

   10  minggu ke 4


 

Capaian Pembelajaran 

💥 Pancasila

:

Pada akhir Fase  A, Mengenali dan menyebutkan unsur-unsur rupa dalam benda-benda di sekitar / karya seni rupa.

 

Tujuan Pembelajaran

:

·    Peserta didik dapat mengapresiasi karya diri sendiri yang menggunakan tekstur dan pola


ü Mindfull (Berkesadaran)

:

Peserta didik mengamati berbagai benda di sekitar dengan penuh perhatian. Peserta didik mengenali perbedaan tekstur halus dan kasar melalui pengamatan dan sentuhan yang aman. Peserta didik menyadari bahwa setiap benda memiliki tekstur yang berbeda.


ü Meaningfull (Bermakna)

:

Peserta didik menghubungkan tekstur dengan benda dalam kehidupan sehari-hari, seperti meja yang halus, kulit pohon yang kasar, kapas yang lembut, dan batu yang berpermukaan kasar. Peserta didik memahami bahwa tekstur dapat membuat karya seni rupa lebih menarik dan memiliki ciri khas.


ü Joyful

(Menyenangkan)

:

Peserta didik belajar melalui permainan tebak tekstur, mengamati benda, membuat kolase dari berbagai bahan, serta menghias karya dengan pola sederhana. Kegiatan dilakukan secara kreatif dan menyenangkan agar peserta didik berani mencoba dan menghargai karya sendiri maupun karya teman.

AlurnTujuan Pembelajaran

 

Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

:

Peserta didik mampu:

  1. Menyebutkan unsur-unsur seni rupa.

  2. Menjelaskan pengertian tekstur.

  3. Membedakan tekstur halus dan kasar.

  4. Menemukan contoh tekstur pada benda di sekitar.

  5. Membuat karya seni rupa menggunakan tekstur dan pola.

  6. Mengapresiasi serta menghargai karya sendiri dan karya teman.





 MATERI

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

 الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

  • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan berbagai benda dengan tekstur yang berbeda, seperti daun, batu, dan kulit pohon. Kita bersyukur atas keindahan ciptaan-Nya.

  • Al-Musawwir (Maha Membentuk): Allah SWT memberikan bentuk yang beragam pada ciptaan-Nya. Kita dapat meneladani keindahan bentuk tersebut sebagai inspirasi berkarya.

  • Al-Jamil (Maha Indah): Kita belajar menghargai keindahan ciptaan Allah SWT dan membuat karya seni dengan kreatif serta menjaga lingkungan.


  • Mengenal Tekstur (Halus dan Kasar)



    A. Apa Itu Tekstur?

    Tekstur adalah sifat permukaan suatu benda yang dapat dirasakan melalui sentuhan atau diamati dengan melihatnya.

    Dalam seni rupa, tekstur membuat karya terlihat lebih menarik dan memiliki ciri khas.

    B. Macam-Macam Tekstur

    Pile of white cotton balls

    1. Tekstur Halus

    Tekstur halus adalah permukaan benda yang terasa rata dan lembut ketika disentuh.

    Contoh: kertas, kaca, meja yang licin, dan kapas.

    Wood Tree Texture Background

    2. Tekstur Kasar

    Tekstur kasar adalah permukaan benda yang terasa tidak rata atau memiliki tonjolan ketika disentuh.

    Contoh: kulit pohon, batu, dan permukaan amplas.

    C. Apa Itu Pola?

    Pola adalah susunan bentuk, garis, atau gambar yang berulang secara teratur.

    Contoh pola:

    • Lingkaran – segitiga – lingkaran – segitiga.

    • Garis lurus – garis lengkung – garis lurus – garis lengkung.

    • Motif daun yang berulang.

    D. Tekstur dalam Karya Seni Rupa

    Tekstur dapat digunakan untuk membuat karya seni menjadi lebih menarik. Kita dapat membuat karya dengan menempelkan bahan yang memiliki permukaan berbeda, misalnya:

    • Kapas untuk tekstur lembut.

    • Daun untuk tekstur alami.

    • Kertas lipat untuk membentuk pola.

    • Potongan kulit jagung kering untuk tekstur yang lebih kasar.

    Contoh kegiatan: Membuat kolase pohon menggunakan kertas, daun kering, dan kapas.

    E. Mengapresiasi Karya Seni

    Mengapresiasi berarti melihat, menikmati, menghargai, dan memberikan tanggapan yang baik terhadap karya seni.

    Cara mengapresiasi karya sendiri:

    1. Menjelaskan bahan yang digunakan.

    2. Menyebutkan tekstur dan pola pada karya.

    3. Menceritakan bagian karya yang disukai.

    4. Menjaga dan merawat hasil karya.

    Kita juga harus menghargai karya teman dengan memberikan pujian yang sopan dan tidak mengejek hasil karyanya.


    ✏️ 7. Latihan/ Asesmen 

    LKPD




    🌟 Kesimpulan

    Tekstur adalah sifat permukaan benda yang dapat diamati atau dirasakan. Tekstur dibedakan menjadi halus dan kasar, sedangkan pola merupakan susunan bentuk atau gambar yang berulang. Dengan memanfaatkan tekstur dan pola, kita dapat membuat karya seni yang menarik serta belajar menghargai karya sendiri dan karya orang lain.

    Pesan untuk anak-anak: Mari berkarya dengan gembira, menjaga kebersihan, dan menghargai setiap hasil karya! 🎨


    Materi Ajar, Senin 19 Oktober 2026, Bahasa Indonesia

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Bahasa Indonesia 

    Hari/Tanggal

    :

     Senin 19 Oktober  2026

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Macam Macam Tempat Umum              

    Pertemuan ke -

    :

        10 Minggu ke  4


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A, Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar; mengungkapkan perasaan dan gagasan secara lisan dengan atau

    tanpa bantuan gambar; dan menceritakan kembali isi berbagai tipe teks yang dibaca, dipirsa, atau didengar tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar.

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       Merespons dengan bertanya tentang sesuatu, menjawab, dan menanggapi komentar orang lain (teman, pendidik, dan/atau orang dewasa) dengan baik dan santun dalam suatu percakapan tentang diri, keluarga, kesehatan, dan/atau lingkungan sekitar;


    ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengamati, mengenali, dan memahami berbagai tempat umum beserta fungsinya dengan penuh perhatian.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan materi dengan pengalaman mengunjungi tempat umum dalam kehidupan sehari-hari.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar melalui tebak gambar, mencocokkan gambar, bermain peran, dan menggambar tempat umum.


    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    · Macam-macam tempat umum





     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.

    • Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah SWT menciptakan manusia dan berbagai tempat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peserta didik diajak menyadari bahwa tempat umum seperti sekolah, pasar, rumah sakit, taman, dan perpustakaan merupakan tempat yang bermanfaat bagi manusia.
    • Al-'Alim (Maha Mengetahui): Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu. Peserta didik belajar memperhatikan nama, fungsi, dan aturan di berbagai tempat umum dengan teliti.
    • Ar-Raqib (Maha Mengawasi): Allah SWT selalu mengawasi perbuatan kita. Peserta didik menyadari pentingnya berperilaku baik, tertib, sopan, dan menjaga kebersihan ketika berada di tempat umum.


                                                    · Macam-macam tempat umum





    📚 Materi Bahasa Indonesia Kelas 2 SD

    Macam-Macam Tempat Umum

    Tempat umum adalah tempat yang dapat digunakan atau dikunjungi oleh banyak orang untuk berbagai keperluan. Setiap tempat umum memiliki fungsi dan aturan yang berbeda.

    🏫 1. Sekolah

    Sekolah adalah tempat untuk belajar dan menuntut ilmu.
    Contoh kegiatan: belajar, membaca, menulis, dan bermain bersama teman.

    🛒 2. Pasar

    Pasar adalah tempat untuk membeli dan menjual berbagai kebutuhan.
    Contoh: membeli sayur, buah, ikan, dan kebutuhan sehari-hari.

    🏥 3. Rumah Sakit

    Rumah sakit adalah tempat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
    Kita pergi ke rumah sakit ketika membutuhkan pemeriksaan atau pengobatan.

    📚 4. Perpustakaan

    Perpustakaan adalah tempat untuk membaca dan meminjam buku.
    Di perpustakaan kita harus menjaga ketenangan dan merawat buku.

    🌳 5. Taman

    Taman adalah tempat untuk bermain, bersantai, dan menikmati lingkungan.
    Kita harus menjaga kebersihan taman dan tidak merusak tanaman.

    🚌 6. Terminal

    Terminal adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang kendaraan umum.
    Contohnya bus dan angkutan umum.

    🕌 7. Tempat Ibadah

    Tempat ibadah adalah tempat untuk beribadah dan berdoa.
    Contohnya masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng.

    🚒 8. Kantor Pemadam Kebakaran

    Kantor pemadam kebakaran merupakan tempat petugas pemadam kebakaran bekerja dan bersiap membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran.

    🏦 9. Bank

    Bank adalah tempat untuk menyimpan dan mengelola uang serta mendapatkan berbagai layanan keuangan.


    🌟 Sikap Saat Berada di Tempat Umum

    Saat berada di tempat umum, kita harus:

    • menjaga kebersihan;
    • membuang sampah pada tempatnya;
    • berbicara dengan sopan;
    • menaati aturan;
    • menjaga ketertiban;
    • menghormati orang lain;
    • menjaga fasilitas umum.

    💥 Asesmen 

    Latihan Soal Esai: Hati-Hati di Mana Saja (Kelas 2 SD)

    1. Hati-Hati di Jalan Raya

      Saat kamu ingin menyeberang jalan di dekat rumah atau sekolah, apa saja hal pertama yang harus kamu lakukan agar tetap aman dan tidak tertabrak kendaraan? Jelaskan dengan singkat!

    2. Hati-Hati dengan Orang Asing

      Jika tiba-tiba ada orang yang tidak kamu kenal mendekati dan memberimu permen atau makanan di jalan, apa yang harus kamu lakukan? Mengapa kamu tidak boleh langsung menerimanya?

    3. Hati-Hati di Rumah

      Di rumah ada banyak benda berbahaya, seperti pisau, kompor yang menyala, atau colokan listrik. Bagaimana cara kamu menjaga diri agar tidak terluka saat berada di rumah? Sebutkan dua contohnya!

    4. Hati-Hati saat Bermain di Luar

      Saat bermain sepeda atau berlari-lari di lapangan bersama teman, terkadang kita bisa terjatuh dan terluka. Apa yang harus kamu lakukan agar bermain tetap terasa aman dan menyenangkan?

    5. Hati-Hati dalam Berbicara dengan Teman

      Mengapa kita harus berhati-hati saat berbicara atau bercanda dengan teman di sekolah? Apa akibatnya jika kita sering berkata kasar atau mengejek teman?

    Kamis, 15 Oktober 2026

    Materi Ajar, Jumat 16 Oktober 2026- Kongkulikuler

     

     Idendtitas

    Nama Guru

    :

    Vina Apriyani

    Mata Pelajaran

    :

    Pendidikan Anti Korupsi

    Hari/Tanggal

    :

    Jumat 16 Oktober 2026 

    Fase/Kelas

    :

    A/ 2A " Ibrahim "

    Judul Materi

    :

       Cerita Rakyat Lampung

    Pertemuan ke -

    :

       8 Minggu ke 4


     

    Capaian Pembelajaran 

    💥 Pancasila

    :

    Pada akhir Fase  A Peserta didik mengenal dan memahami cerita rakyat sebagai bagian dari budaya daerah Lampung melalui kegiatan menyimak, membaca, mengamati gambar, menceritakan kembali, serta mengidentifikasi tokoh, tempat, dan pesan dalam cerita. Peserta didik menunjukkan sikap menghargai budaya daerah, bekerja sama, percaya diri, dan mampu mengambil nilai-nilai positif dari cerita rakyat untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

     

    Tujuan Pembelajaran

    :

    ·       

  • Mengenal cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung.
  • Menyebutkan judul dan asal daerah cerita rakyat Lampung yang didengar atau dibaca.
  • Mengidentifikasi tokoh, tempat kejadian, dan peristiwa sederhana dalam cerita.
  • Menceritakan kembali isi cerita rakyat Lampung dengan bahasa sederhana.


  • ü Mindfull (Berkesadaran)

    :

    Peserta didik mengikuti kegiatan menyimak cerita rakyat Lampung dengan penuh perhatian dan kesadaran. Guru mengajak peserta didik untuk fokus mendengarkan cerita, memperhatikan gambar atau tayangan, serta mengenali tokoh dan peristiwa yang terdapat dalam cerita.


    ü Meaningfull (Bermakna)

    :

    Peserta didik menghubungkan cerita rakyat Lampung dengan pengalaman dan kehidupan sehari-hari. Peserta didik memahami bahwa cerita rakyat bukan hanya cerita untuk didengarkan, tetapi juga merupakan bagian dari budaya yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan.


    ü Joyful

    (Menyenangkan)

    :

    Peserta didik belajar cerita rakyat Lampung melalui kegiatan yang menyenangkan, aktif, kreatif, dan melibatkan kerja sama dengan teman.

    AlurnTujuan Pembelajaran

     

    Pengenalan dan Identifikasi Konsep Dasar (Fase Awal)

    :

    Pada tahap ini, Peserta didik mengenal makna sikap peduli dalam kehidupan sehari-hari.



     MATERI

    Assalamu'alaikum Wr.Wb.

     الـحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَـمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الأَنْبِيَاءِ وَالـمُرْسَلِيْنَ ، نَبِيِّنَا وَحَبِيْبِنَا مُـحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْـمَعِيْنَ ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، أَمَّا بَعْدُ

    Alhamdulillaahi robbil ‘aalamiin, wassholaatu wassalaamu ‘alaa asyroofil anbiyaa-i wal mursaliin, nabiyyinaa wahabiibinaa muhammadin, wa’ala alihi washahbihi aj’ma’iin,wa mantabi’ahum biihsanin ilaa yaumiddin, Amma ba’du.


    Cerita Rakyat Lampung  Danu Ranau 



     Dan 


    Pada zaman dahulu, di sebuah daerah yang indah di Lampung, hiduplah masyarakat yang hidup rukun. Mereka bekerja sebagai petani dan selalu menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Suatu hari, datanglah seorang kakek yang sedang berjalan jauh. Ia terlihat lelah dan membutuhkan makanan serta tempat untuk beristirahat.

    Kakek itu datang ke sebuah rumah dan meminta sedikit makanan. Namun, beberapa orang menolak untuk membantunya.

    Ada seorang anak yang merasa kasihan kepada kakek tersebut. Anak itu kemudian memberikan makanan dan minuman yang dimilikinya.

    “Terima kasih, Nak. Kamu memiliki hati yang baik,” kata kakek itu.

    Setelah beristirahat, kakek tersebut melanjutkan perjalanan. Sebelum pergi, ia berpesan kepada masyarakat agar selalu saling membantu, berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Tidak lama kemudian, terjadi peristiwa besar. Air keluar dari tanah dan mengalir semakin banyak. Air tersebut memenuhi daerah di sekitar tempat tinggal masyarakat hingga membentuk sebuah danau yang sangat luas.

    Masyarakat kemudian menyebutnya Danau Ranau.

    Danau Ranau memiliki pemandangan yang indah. Airnya jernih dan dikelilingi oleh alam yang hijau.

    Sejak saat itu, masyarakat belajar untuk selalu berbuat baik kepada orang lain dan menjaga lingkungan.

    Pesan Moral

    Dari cerita tersebut, kita dapat belajar:

    1. Kita harus saling membantu.
    2. Kita harus berbagi dengan orang yang membutuhkan.
    3. Kita tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain.
    4. Kita harus menjaga alam dan lingkungan.
    5. Kebaikan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

     Murid dan guru bersama sama membuat karya pop up book tentang cerita rakyat lampung  berikut cara membuat pop up book 

    Kesimpulan

    Cerita rakyat Asal Usul Danau Ranau merupakan salah satu cerita yang mengenalkan kekayaan budaya daerah Lampung. Cerita ini mengajarkan kita untuk selalu berbuat baik, peduli kepada orang lain, suka membantu, mau berbagi, dan tidak bersikap sombong.

    Melalui cerita Danau Ranau, kita juga belajar untuk menghargai dan melestarikan budaya daerah. Sebagai anak Indonesia, kita dapat menunjukkan rasa bangga terhadap budaya Lampung dengan mengenal, menceritakan, dan menjaga cerita rakyat sebagai warisan budaya.

    Pesan utama:
    "Jadilah anak yang baik, suka menolong, mau berbagi, dan menghargai budaya daerah.

    Refleksi:

    ada kegiatan kokurikuler, peserta didik kelas 2 belajar mengenal cerita rakyat Lampung melalui kegiatan membaca, menyimak, berdiskusi, dan menceritakan kembali isi cerita. Peserta didik juga membuat Pop-Up Book sebagai media untuk menyajikan tokoh, tempat, dan peristiwa dalam cerita.

    Melalui kegiatan ini, peserta didik terlihat antusias dan senang karena dapat belajar sambil berkarya. Peserta didik belajar mengenal budaya daerah, bekerja sama, berkreasi, serta berani menyampaikan hasil karyanya di depan teman-teman.

    Sebagian besar peserta didik sudah mampu memahami pesan dalam cerita dan menuangkannya dalam bentuk Pop-Up Book. Namun, beberapa peserta didik masih membutuhkan bimbingan dalam menyusun cerita secara berurutan, menggunting, melipat, dan menempel dengan rapi.

    Materi Ajar, Senin 19 Oktober 2026- Seni Rupa

        Idendtitas Nama Guru : Vina Apriyani Mata Pelajaran : Seni Rupa  Hari/Tanggal :   Senin 19 Oktober 2026 Fase/Kelas : A/ 2A " Ibrahi...