Kamis, 20 Agustus 2026

Materi Ajar, Jumat 21 Agustus 2026

 Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

 A. Identitas Bloger

Nama Guru                     : Vina Apriyani 

Hari / Tanggal             : Jumat 21 Agustus 2026

Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

Mapel                              : Kongkulikuler 

Materi                             : Cerita Rakyat Lampung

Pertememuan Ke            : ke- 5  (: 6 JP)

Apersepsi                         : Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb. Apa kabar anak sholih/ah? Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semua dalam keadaan sehat, bahagia dan semangat selalu. Sudahkan anak-anak melaksanakan shalat subuh hari ini? Jangan lupa ya anak-anak. Dimana shalat adalah kewajiban kita sebagai seorang muslim. Dimana Allah sudah sangat baik dengan kita, dengan segala kebesaranNya. Allah Maha Khaliq, zat yang menciptakan kita, Allah juga Maha Malik, zat yang memelihara kita dengan sebaik-baiknya keadaan. Allah al Khalik, tidak hanya menciptakan kita sebagai manusia, tetapi juga Allah telah menciptakan angka-angka yang bisa membentuk suatu bilangan yang berarti di kehidupan kita. Dimana kemarin, anak-anak sudah mempelajari mengenai nilai-nilai tempat pada suatu bilangan.

CP : mampu mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerita rakyat Lampung yang disimak/dibaca, serta mampu mengidentifikasi dan membedakan jenis-jenis tari tradisional Lampung (Tari Sigeh Penguten, Tari Melinting, dan Tari Bedana) melalui pengamatan visual dan aktivitas apresiasi seni sederhana.

TP :
 Peserta didik dapat menceritakan kembali secara singkat isi cerita rakyat Lampung yang didengar.
Peserta didik dapat menentukan tokoh utama (siapa yang menjadi pusat cerita) dalam cerita rakyat Lampung.
Peserta didik dapat menunjukkan tokoh pendukung (siapa yang membantu atau mendampingi tokoh utama) dalam cerita tersebut.


ATP: Mengidentifikasi tokoh utama dan tokoh pendukung dalam cerita rakyat Lampung yang disimak/dibaca.

Model / Motede : Metode Dongeng & Role-Playing (Bermain Peran)

Penjabaran Materi : 

 Cerita Rakyat Lampung



Pengertian Tokoh Cerita (Bahasa Sederhana untuk Anak)

  • Tokoh adalah orang, hewan, atau karakter yang ada di dalam cerita.

  • Tokoh Utama: Tokoh paling penting! Ceritanya menceritakan tentang dia dari awal sampai akhir. Paling sering muncul dan menjadi "pahlawan" atau pusat cerita.

  • Tokoh Pendukung: Teman, keluarga, atau penolong tokoh utama. Munculnya hanya sesekali untuk membantu tokoh utama.


2. Contoh Dongeng Singkat: "Kisah Si Buaya Perompak"

Rangkuman Cerita:

Di Sungai Tulang Bawang, Lampung, ada seekor Buaya Besar yang sangat ditakuti. Suatu hari, Buaya membawa seorang gadis baik hati bernama Murni ke dalam gua rahasianya di dasar sungai. Di dalam gua, Buaya memperlihatkan banyak harta karun. Murni tetap bersikap ramah dan tenang. Ketika Buaya tertidur lelap, Murni ditolong oleh seekor Burung Perkutut yang menunjukkan jalan keluar dari gua melalui sebuah lubang rahasia. Murni pun berhasil kembali pulang ke keluarganya dengan selamat.

Penjabaran Identifikasi Tokoh:

  • 🌟 Tokoh Utama:

    • Murni (Gadis yang menjadi pusat cerita dari awal sampai berhasil keluar gua)

    • Buaya Besar (Karakter utama pendukung jalan cerita)

  • 🤝 Tokoh Pendukung:

    • Burung Perkutut (Muncul di akhir cerita untuk menolong dan menunjukkan jalan keluar)

    • Orang Tua Murni (Muncul di awal dan akhir cerita)

Asesmen :

Pilihlah huruf A, B, atau C pada jawaban yang paling benar!

  1. Tokoh yang menjadi pusat cerita dan paling sering muncul dari awal sampai akhir cerita disebut …

    A. Tokoh pendukung

    B. Tokoh utama

    C. Tokoh penonton

  2. Dalam kisah "Si Buaya Perompak", Burung Perkutut membantu menunjukkan jalan keluar untuk Murni. Burung Perkutut bertindak sebagai …

    A. Tokoh utama

    B. Tokoh jahat

    C. Tokoh pendukung

  3. Tari tradisional Lampung yang khusus dibawakan untuk menyambut tamu agung adalah …

    A. Tari Bedana

    B. Tari Sigeh Penguten

    C. Tari Melinting

  4. Ciri khas utama dari Tari Melinting saat ditarikan adalah penarinya memegang …

    A. Kipas

    B. Piring

    C. Bunga

  5. Tarian tradisional Lampung yang menggambarkan suasana riang gembira dan ditarikan bersama-sama dinamakan …

    A. Tari Sigeh Penguten

    B. Tari Bedana

    C. Tari Melinting


B. SOAL ESAI SINGKAT

Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan jelas!

  1. Apakah perbedaan antara tokoh utama dan tokoh pendukung dalam sebuah cerita?

  2. Sebutkan nama mahkota emas khas Lampung yang dipakai di kepala saat menari Tari Sigeh Penguten!

  3. Kotak perunggu yang dibawa oleh penari Tari Sigeh Penguten untuk diserahkan kepada tamu disebut …

  4. Sebutkan 3 nama tari tradisional Lampung yang sudah kamu pelajari!

  5. Mengapa kita harus mempelajari cerita rakyat dan tari tradisional daerah Lampung?

Kesimpulan : 

Mengenal cerita rakyat dan memperagakan tari tradisional adalah bentuk rasa bangga dan cinta kita dalam melestarikan budaya daerah Lampung sejak dini.

Refleksi pembelajaran - 

 Kendala : Annanda sholeh sholeha sulit membedakan cerita rakyat lampung
 Tindak lanjut : Guru membimbing kembali ananda sholeh sholeha agar dapat mudah memahami cerita rakyat lampung 
 Jumlah siswa yang paham: 80% 
belum paham :20%

Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  24  Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran  Pendidikan pancasila dan Bahasa Indonesia 


Rabu, 19 Agustus 2026

Materi Ajar, Kamis 20 Agustus 2026

 Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

 A. Identitas Bloger

Nama Guru                     : Vina Apriyani 

Hari / Tanggal             :  Kamis  20  Agustus 2026

Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

Mapel                              : Matematika dan Pendidikan Anti Korupsi 

Materi                             : Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan                                                (Matematika )
                                          Sikap Mandiri  ( P. Anti Korupsi  ) 

Pertememuan Ke            : ke-  1  

Apersepsi                         : "Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
  • "Anak-anak, siapa tadi pagi yang menyiapkan tas sekolah dan perlengkapannya sendiri tanpa dibantu Ayah/Ibu?"

    Guru menunjukkan sebuah kotak pensil transparan berisi 12 stik es krim.

    • Dekomposisi (Mengurai): Guru memisahkan 12 stik tersebut menjadi dua kelompok di meja: 10 stik dan 2 stik ($12 = 10 + 2$). "Menguraikan bilangan 12 menjadi 10 dan 2 ini dinamakan Dekomposisi."

    • Komposisi (Menyusun): Guru menggabungkan kembali 10 stik dan 2 stik tersebut menjadi satu kesatuan berjumlah 12. "Menggabungkan kembali 10 dan 2 menjadi 12 dinamakan Komposisi."

    Sama seperti menyiapkan alat tulis sendiri di rumah, hari ini saat berlatih mengurai dan menyusun bilangan, kalian harus berlatih secara Mandiri. Berani mencoba sendiri, tidak menyontek, dan tidak langsung bergantung pada teman!" Landasan Ayat Al-Qur'an: اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ (QS. Ar-Ra'd: 11) Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Pesan Moral: Allah menyukai anak yang mau berusaha sendiri. Kalau ingin pintar matematika, kita harus belajar mandiri!

  • CP : -Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat). ( Matematika ) 

  • mampu mengenali, menunjukkan, dan membiasakan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah; mampu mengurus kebutuhan pribadinya secara sederhana, menyiapkan perlengkapan belajar sendiri, serta menyelesaikan tugas-tugas dasar tanpa bergantung kepada orang lain sebagai bentuk penerapan nilai integritas dan rasa tanggung jawab sejak dini.( P. Anti Korupsi)

  •  
    TP :
    Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan( Matematika)
    -Melalui diskusi dan pengamatan gambar/cerita, peserta didik mampu menjelaskan arti sikap mandiri dan menyebutkan minimal 3 contoh perilaku mandiri di rumah serta di sekolah dengan benar.( P. Anti Korupsi ) 

    ATP: Peserta didik dapat mengenali arti sikap mandiri dan membedakan antara perilaku mandiri dan manja melalui pengamatan gambar atau cerita interaktif. ( P. Anti Korupsi)
    -Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan ( mtk) 

    Model / Motede : Problem Based Learning (PBL)

    Penjabaran Materi : 

    Matematika 

    Komposisi dan dekomposisi bilangan 50 – 100.

  • Komposisi Bilangan (Menyusun)

    Menggabungkan beberapa bagian bilangan/nilai tempat menjadi satu bilangan yang utuh.

    Contoh: Ada $50$ dan $4$, jika disusun menjadi $54$.

  • Dekomposisi Bilangan (Mengurai)

    Memecah atau menguraikan satu bilangan utuh menjadi beberapa bagian bilangan/nilai tempatnya.

    Contoh: Bilangan 78 jika diuraikan berdasarkan nilai tempatnya menjadi 70 dan 8

  • A. Komposisi Bilangan (50 – 100)

    Bagian-Bagian BilanganProses Menyusun (Komposisi)Hasil Bilangan
    50 dan 350 + 353
    60 dan 860 + 868
    70 dan 570 + 575
    90 dan 990 + 9

    Dekomposisi Bilangan (50 – 100)

    • Berdasarkan Nilai Tempat (Puluhan & Satuan):

      • $62 = 60 + 2$ (6 puluhan + 2 satuan)

      • $85 = 80 + 5$ (8 puluhan + 5 satuan)

      • $100 = 100 + 0$ (10 puluhan + 0 satuan)

    • Dekomposisi Variasi (Kreatif):

      Satu bilangan bisa diuraikan dengan beberapa cara berbeda. Contoh bilangan $70$:

      • $70 = 50 + 20$

      • $70 = 60 + 10$

      • $70 = 40 + 30$



    Sikap Mandiri 

    Mandiri artinya kemampuan untuk melakukan dan menyiapkan kebutuhan diri sendiri tanpa selalu bergantung, merepotkan, atau menyuruh orang lain.

    Anak yang mandiri adalah anak yang:

    • Berani berusaha sendiri sebelum meminta bantuan.

    • Bertanggung jawab atas barang dan tugas miliknya.

    • Jujur dan percaya diri dengan kemampuan sendiri.

    Contoh Perilaku Mandiri

    A. Di Rumah

    • Bangun tidur tepat waktu dan merapikan tempat tidur sendiri.

    • Memakai seragam dan merapikan baju sendiri.

    • Menyiapkan tas, buku pelajaran, dan alat tulis sesuai jadwal besok hari.

    • Merapikan piring makan dan mainan setelah digunakan.

    B. Di Sekolah

    • Datang ke kelas dan duduk secara tertib tanpa diantar orang tua sampai dalam kelas.

    • Mengerjakan soal/latihan di kelas sendiri tanpa menyontek atau melihat jawaban teman.

    • Merapikan kembali alat tulis ke dalam tempat pensil setelah selesai belajar.

    • Membuang sampah bekas jajanan ke tempat sampah secara bersiap.

    Mandiri adalah langkah awal untuk menjadi anak yang Jujur dan Tangguh. Anak yang tidak mandiri cenderung mudah manja, malas, dan suka bergantung pada orang lain—bahkan bisa terbiasa berbuat curang (seperti menyontek) karena tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.

    Landasan Ayat Al-Qur'an (QS. Ar-Ra'd: 11):

    اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ

    Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."

    Pesan Moral:

    Allah menyukai anak yang mau berusaha. Jika kita ingin menjadi anak yang pintar, terampil, dan sukses, kita harus memulainya dengan mau belajar dan berusaha secara mandiri.


    Asesmen :

    Matematika 

    -       Melakukan penjumlahan menggunakan gambar atau benda konkret sampai 100

    -       Menentukan hasil penjumlahan berdasarkan gambar (misalnya 35 benda + 28 benda).

    -       Menuliskan kalimat matematika dari penjumlahan yang dilakukan.

    -       Menyelesaikan soal cerita sederhana tentang penjumlahan.

    -       Menjelaskan langkah-langkah penjumlahan menggunakan benda konkret..

        

    P. Anti Korupsi 

    -  Budi hendak mengerjakan latihan Matematika di kelas. Budi bingung menguraikan bilangan $5 = 70 + 5  Di sebelahnya, Dani sudah selesai mengerjakan.

    Apa yang harus dilakukan Budi agar menunjukkan Sikap Mandiri dan Jujur?

    Jawab: Budi harus ....................................................................................................


    Kesimpulan : 

    "Anak-anak sholih dan sholihah, hari ini kita telah belajar hal yang sangat luar biasa!"

    1. Melalui penggabungan kedua materi ini, siswa tidak hanya paham secara akademis mengenai cara menyusun dan mengurai bilangan, tetapi juga secara mental dilatih untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Anak yang terbiasa mandiri dalam belajar akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan terhindar dari perilaku curang dalam kehidupan sehari-hari.

    Refleksi pembelajaran - 

     Kendala :  ada bebrapa murid yang masi belum memahami 
     Tindak lanjut : guru membimbing murid tsbt 
     Jumlah siswa yang paham: 90%
    belum paham : 10%

    Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  21  Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran   Kongkulikuler 

    Selasa, 18 Agustus 2026

    Materi Ajar, Rabu 19 Agustus 2026

     Terjual Dompet KW SUPER | LEVIS - DUNHILL - HERMES - IMPERIAL HORSE | KASKUS

     A. Identitas Bloger

    Nama Guru                     : Vina Apriyani 

    Hari / Tanggal             :  Rabu 19  Agustus 2026

    Fase / Kelas                   :  A/ 2 A " Ibrahim" 

    Mapel                              : Bahasa Indonesia Dan Pendidikan Pancasila 

    Materi                             : Nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga ( P.Pancasila )
                                             Kalimat dengan kombinasi S-P-O ( Bahasa Indonesia ) 

    Pertememuan Ke            : ke- 3buatkan apersepesi pemeblajaran bahasa ndo  (: 6 JP)

    Apersepsi                         : "Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Halo anak-anak sholih dan sholihah kelas 2! Bagaimana kabarnya hari ini? Semoga anak-anak semuanya dalam keadaan sehat, bahagia, dan selalu semangat belajar ya!

    Sebelum mulai, Ibu/Bapak mau tanya dulu: Siapa yang tadi pagi sebelum berangkat sekolah pamit dan bersalaman dengan Ayah atau Ibu? Siapa juga yang tadi pagi membantu merapikan tempat tidurnya sendiri?" "MasyaAllah, hebat sekali! Tahukah anak-anak? Bersikap sopan, menyayangi keluarga, dan saling membantu di rumah adalah perbuatan terpuji yang diperintahkan oleh Allah SWT.

    Allah SWT berfirman dalam QS. An-Nisa [4]: 36:"

    📖 وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا

    "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..." (QS. An-Nisa: 36)

    "Berbuat baik dan menjaga kerukunan di rumah merupakan cerminan dari Nilai-nilai Pancasila di Lingkungan Keluarga." "Nah, sekarang coba anak-anak perhatikan cerita singkat Ibu/Bapak guru berikut ini:

    Tadi pagi di rumah, Ahmad membantu Ibu. Coba kita sebutkan bersama-sama:

    • Siapa yang melakukan kegiatan? $\rightarrow$ Ahmad (Subjek / S)

    • Apa yang dilakukan Ahmad? $\rightarrow$ membantu (Predikat / P)

    • Siapa yang dibantu? $\rightarrow$ Ibu (Objek / O)

    Wah, luar biasa! Kalimat "Ahmad membantu Ibu" adalah kalimat yang memiliki pola Subjek (S) - Predikat (P) - Objek (O).

    Kalimat itu bukan hanya sekadar kalimat biasa, tetapi juga contoh nyata menerapkan nilai-nilai Pancasila di rumah, yaitu membantu orang tua dengan penuh kasih sayang.

    Hari ini, kita akan belajar bersama bagaimana cara membuat kalimat S-P-O sambil mengenal lebih banyak nilai-nilai kebaikan Pancasila di dalam keluarga kita!"

    CP : -Mengenal bendera negara, lagu kebangsaan, simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila dan simbol Pancasila beserta sila-sila Pancasila; menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga (  Pendidikan Pancasila ) 
     

    Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar; dan memahami pesan teks sastra berbentuk teks aural. ( Bahasa Indonesia )

    TP :
    - Peserta didik dapat memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan fokus mengidentifikasi struktur kalimat kombinasi Subjek-Predikat-Objek (S-P-O).
    -Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

    ATP: - Memahami informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang dibacakan dan/atau didengarkan) berupa percakapan yang berkaitan dengan diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar
    -Menerapkan nilai-nilai Pancasila di lingkungan keluarga.

    Model / Motede : Discovery Learning 

    Penjabaran Materi : 

     Bahasa Indonesia 



    Teks Aural adalah teks atau cerita yang dibacakan oleh guru/orang tua dan kita dengarkan dengan teliti.

    Ketika mendengarkan teks aural, kita belajar menjadi pendengar yang baik dengan cara:

    • Duduk dengan tenang dan tidak mengobrol.

    • Menyimak setiap kata yang diucapkan.

    • Memahami isi cerita (siapa tokohnya, apa yang dilakukan, dan pesan kebaikannya).


    2. Mengenal Struktur Kalimat S-P-O

    Kalimat yang lengkap dan jelas biasanya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O).

    A. Komponen S-P-O:

    1. Subjek (S) $\rightarrow$ Pelaku

      • Siapa yang melakukan kegiatan/tindakan?

      • Contoh: Ayah, Ibu, Ahmad, Siti, Adik.

    2. Predikat (P) $\rightarrow$ Tindakan/Kegiatan

      • Apa yang sedang dilakukan? (Kata kerja)

      • Contoh: membaca, membantu, menyiram, merapikan, mencuci.

    3. Objek (O) $\rightarrow$ Benda/Sasaran

      • Apa yang dikenai tindakan/kegiatan?

      • Contoh: buku, ibu, bunga, tempat tidur, piring.


    3. Contoh Kalimat S-P-O & Hubungannya dengan Nilai Pancasila

    Berikut adalah contoh kalimat S-P-O yang berisi perbuatan baik (menerapkan nilai-nilai Pancasila di rumah):


    📌 Contoh 1:

    "Ahmad membantu Ibu."

    • Ahmad $\rightarrow$ Subjek (S) (Siapa yang membantu?)

    • membantu $\rightarrow$ Predikat (P) (Apa yang dilakukan Ahmad?)

    • Ibu $\rightarrow$ Objek (O) (Siapa yang dibantu?)

    💡 Nilai Pancasila: Menunjukkan sikap tolong-menolong dan sayang kepada orang tua di rumah.

    Pancasila adalah dasar negara kita. Nilai-nilai kebaikan di dalam Pancasila tidak hanya dipakai di sekolah atau masyarakat, tetapi harus kita praktikan terlebih dahulu di rumah bersama keluarga.

    Dengan menerapkan nilai Pancasila, suasana rumah akan menjadi aman, damai, rukun, dan penuh kasih sayang.


    2. Penerapan Nilai Pancasila dalam Keluarga (Sila 1 - Sila 5)

    🔴 Sila Ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa

    • Nilai Utama: Taat beribadah dan bersyukur kepada Allah SWT.

    • Contoh Perilaku di Rumah:

      • Berdoa bersama keluarga sebelum makan dan tidur.

      • Rajin beribadah/shalat bersama di rumah.

      • Menghormati anggota keluarga yang sedang beribadah.


    🟡 Sila Ke-2: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

    • Nilai Utama: Kasih sayang, sopan santun, dan saling menolong.

    • Contoh Perilaku di Rumah:

      • Bersikap sopan dan bicaranya lembut kepada Ayah dan Ibu.

      • Berpamitan dan bersalaman saat hendak keluar rumah.

      • Membantu Adik yang sedang kesulitan atau merawat anggota keluarga yang sakit.


    🌳 Sila Ke-3: Persatuan Indonesia

    • Nilai Utama: Kerukunan, kebersamaan, dan tidak bertengkar.

    • Contoh Perilaku di Rumah:

      • Menjaga kerukunan dan tidak berebut mainan dengan saudara/kakak/adik.

      • Bekerja sama dan gotong royong membersihkan rumah pada hari libur.

      • Mencintai dan menjaga kebersihan lingkungan rumah bersama-sama.


    🦅 Sila Ke-4: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

    • Nilai Utama: Musyawarah (berdiskusi), mendengarkan pendapat, dan tidak memaksakan kehendak.

    • Contoh Perilaku di Rumah:

      • Berdiskusi bersama keluarga untuk menentukan tujuan liburan akhir pekan.

      • Bermusyawarah dalam membagi tugas membersihkan rumah.

      • Mau mendengarkan dan menerima nasihat dari orang tua.


    🌾 Sila Ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

    • Nilai Utama: Bersikap adil, hemat, mandiri, dan menghargai hak orang lain.

    • Contoh Perilaku di Rumah:

      • Membagi makanan atau mainan secara adil dengan adik/kakak.

      • Merapikan tempat tidur dan mainan sendiri (sikap mandiri dan bertanggung jawab).

      • Tidak boros serta bersikap hemat dalam menggunakan air, listrik, dan uang saku.


    3. Integrasi Nilai Keislaman

    Menerapkan nilai-nilai kebaikan Pancasila di rumah sejajar dengan perintah Allah SWT dalam QS. An-Nisa [4]: 36:

    📖 وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًۭٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَـٰنًۭا

    "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..."


    4. Rangkuman Singkat

    • Sila 1: Berdoa dan taat beribadah di rumah.

    • Sila 2: Hormat, sopan, dan membantu orang tua.

    • Sila 3: Rukun dengan saudara dan gotong royong di rumah.

    • Sila 4: Bermusyawarah dan mendengarkan nasihat keluarga.

    • Sila 5: Bersikap adil, mandiri, dan hemat.

    Asesmen :

    Bahasa Indonesia 

    1. Tentukan Subjek (S), Predikat (P), dan Objek (O) dari kalimat berikut!

    "Siti menyiram bunga."

    • Subjek (S): ....................................

    • Predikat (P): ....................................

    • Objek (O): ....................................


    2. Lengkapilah kalimat S-P-O di bawah ini dengan kata (Objek) yang tepat!

    "Ahmad merapikan .................................... setelah bangun tidur."


    3. Susunlah kata-kata acak berikut menjadi kalimat S-P-O yang benar!

    [ piring - mencuci - Ibu ]

    Jawab: .........................................................................................


    4. Buatlah 1 (satu) contoh kalimat S-P-O tentang kegiatan membantu keluarga di rumah!

    Jawab: .........................................................................................


    5. Bacalah cerita singkat di bawah ini dengan saksama!

    "Pada hari Minggu, Budi membantu Ayah. Budi mencuci sepeda di halaman rumah."

    Tuliskan kalimat yang berpola S-P-O dari cerita di atas, lalu sebutkan mana bagian Subjek, Predikat, dan Objek-nya!

    Jawab:

    • Kalimat: ...................................................................................

    • Subjek (S): ....................

    • Predikat (P): ....................

    • Objek (O): ....................


    Kesimpulan : 

    "Anak-anak sholih dan sholihah, hari ini kita telah belajar hal yang sangat luar biasa!"

    1. Nilai-Nilai Pancasila di Rumah:

      Menerapkan Pancasila di rumah dapat kita wujudkan melalui perbuatan nyata sehari-hari, seperti rajin berdoa (Sila 1), sopan dan membantu orang tua (Sila 2), menjaga kerukunan (Sila 3), bermusyawarah (Sila 4), serta mandiri dan hemat (Sila 5).

    2. Kalimat S-P-O:

      Saat bercerita atau mendengarkan cerita (teks aural), kita dapat menyusun kalimat yang baik dan runtut dengan pola S-P-O:

      • S (Subjek): Pelaku / Siapa yang melakukan.

      • P (Predikat): Tindakan / Kegiatan yang dilakukan.

      • O (Objek): Benda / Sasaran yang dikenai tindakan.

    💡 Pesan Utama:

    Setiap kali kita mengucapkan atau menuliskan kalimat kebaikan S-P-O (seperti: "Siti membantu Ibu" atau "Budi merapikan mainan"), kita tidak hanya belajar Bahasa Indonesia yang baik, tetapi juga sedang mempraktikkan nilai-nilai Pancasila dan perintah Allah SWT di rumah!


    Refleksi pembelajaran - 

     Kendala :  beberapa murid masi sulit dalam memahami membuat kalimat s-p-o-k 
     Tindak lanjut : guru mengulang materi pembelajaram pda materi tersebut
     Jumlah siswa yang paham: 70%
    belum paham : 30%

    Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok  20  Agustus 2026  kita yaitu Pembelajaran  Pendidikan pancasila dan Bahasa Indonesia 


    Materi Ajar, Jumat 21 Agustus 2026

       A. Identitas Bloger Nama Guru                     : Vina Apriyani  H ari / Tanggal                 : Jumat 21 Agustus 2026 Fase / Kelas  ...