
Identitas : Vina Apriyani
Mapel : Matematika Dan Pendidikan Anti Korupsi
Hari / Tanggal : Kamis 06 Agustus 2026
Kelas : 1 A
Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan💥Tujuan Pembelajaran (TP) Matematika
Membaca dan menulis lambang bilangan sampaI 100
💥Tujuan Pembelajaran (TP) Pendidikan Anti Korupsi
Menjelaskan pengertian jujur dengan kata-kata sendiri.
2. Materi ajar
Let's Check This Video
Membaca dan menulis lambang bilangan sampaI 100
1. Perbedaan Lambang Bilangan dan Nama Bilangan
Lambang Bilangan: Ditulis menggunakan angka.
Nama Bilangan: Ditulis menggunakan huruf.
Contoh:
Lambang bilangan: 25
Nama bilangan: dua puluh lima
2. Membaca dan Menulis Bilangan (11 - 100)
a. Bilangan Belasan (11 - 19)
11 = sebelas
12 = dua belas
15 = lima belas
19 = sembilan belas
b. Bilangan Puluhan Utuh (20, 30, 40, ... 100)
20 = dua puluh
50 = lima puluh
100 = seratus
c. Bilangan Dua Angka Kombinasi
34 = tiga puluh empat
67 = enam puluh tujuh
82 = delapan puluh dua
3. Nilai Tempat (Puluhan dan Satuan)
Setiap angka pada bilangan 2 angka memiliki nilai tempat berdasarkan posisinya:
Angka di sebelah kiri bernilai Puluhan.
Angka di sebelah kanan bernilai Satuan.
Contoh Pembedahan Nilai Tempat:
Bilangan 43
4 menempati nilai tempat puluhan (nilainya 40)
3 menempati nilai tempat satuan (nilainya 3)
Bentuk Panjang: $43 = 4\text{ puluhan} + 3\text{ satuan} = 40 + 3$
Bilangan 70
7 menempati nilai tempat puluhan (nilainya 70)
0 menempati nilai tempat satuan (nilainya 0)
Bentuk Panjang: $70 = 7\text{ puluhan} + 0\text{ satuan} = 70 + 0$
Let's Check This Video
Aku Anak Jujur
Jujur adalah berkata dan bertindak sesuai dengan kenyataan.
Anak yang jujur:
- Mengatakan yang sebenarnya.
- Tidak berbohong.
- Tidak mengambil barang milik orang lain.
- Mengakui kesalahan yang dilakukan.
- Tidak menyontek saat mengerjakan tugas atau ulangan.
Slogan:
"Kejujuran adalah kebiasaan baik yang membuat kita dipercaya."
Mengapa Kita Harus Jujur?
Orang yang jujur akan:
- Disayang Allah Swt.
- Dipercaya oleh guru, orang tua, dan teman.
- Memiliki banyak teman.
- Hatinya merasa tenang.
- Menjadi anak yang bertanggung jawab.
Contoh Perilaku Jujur
Di Rumah
- Mengatakan yang sebenarnya kepada orang tua.
- Mengakui jika memecahkan gelas.
- Mengembalikan uang kembalian kepada ibu.
Di Sekolah
- Tidak menyontek saat ulangan.
- Mengerjakan tugas sendiri.
- Mengembalikan barang teman yang ditemukan.
- Mengakui jika lupa mengerjakan PR.
Di Lingkungan
- Bermain dengan sportif.
- Tidak mengambil barang yang bukan miliknya.
- Berkata jujur kepada tetangga dan teman.
Soal 1
Tulislah nama bilangan dari lambang bilangan berikut:
a. 48
b. 95
Jawaban:
a. empat puluh delapan
b. sembilan puluh lima
Soal 2
Tulislah lambang bilangan dari nama bilangan berikut:
a. Tiga puluh enam
b. Tujuh puluh satu
Jawaban:
a. 36
b. 71
Soal 3
Lengkapi nilai tempat bilangan berikut:
lengkapi nilai tempat bilangan berikut:
84 = ... puluhan + ... satuan
Jawaban :
84= 8 Puluhan + 4 Satuan
5. Asesmesn
💫Matematika
yukk mari kita mengenal nilai tempat dengan bilangan berikut ini ...
A. Kerjakan soal-soal di bawah ini dengan singkat dan jelas!
Apa arti dari sikap jujur menurut pendapatmu?
Dito menemukan uang sebesar Rp2.000 di lantai kelas. Uang itu bukan milik Dito. Apa yang sebaiknya Dito lakukan?
Mengapa kita tidak boleh mencontek saat mengerjakan ulangan di sekolah? Sebutkan alasannya!
Siti secara tidak sengaja memecahkan vas bunga milik Ibu di rumah. Siti merasa takut marah. Apa yang harus dilakukan Siti agar menjadi anak yang jujur?
Sebutkan 2 contoh perbuatan jujur yang bisa kamu lakukan saat berada di rumah!
6. Kesimpulan
Apa arti dari sikap jujur menurut pendapatmu?
Dito menemukan uang sebesar Rp2.000 di lantai kelas. Uang itu bukan milik Dito. Apa yang sebaiknya Dito lakukan?
Mengapa kita tidak boleh mencontek saat mengerjakan ulangan di sekolah? Sebutkan alasannya!
Siti secara tidak sengaja memecahkan vas bunga milik Ibu di rumah. Siti merasa takut marah. Apa yang harus dilakukan Siti agar menjadi anak yang jujur?
Sebutkan 2 contoh perbuatan jujur yang bisa kamu lakukan saat berada di rumah!
KESIMPULAN MATERI PEMBELAJARAN
1. Matematika: Lambang Bilangan Sampai 100
Perbedaan Dasar: Lambang bilangan ditulis menggunakan angka (contoh: 45), sedangkan nama bilangan ditulis menggunakan huruf (contoh: empat puluh lima).
Nilai Tempat: Setiap bilangan dua angka terdiri dari nilai tempat puluhan (angka di sebelah kiri) dan satuan (angka di sebelah kanan). Sebagai contoh, pada bilangan $73$, angka $7$ bernilai puluhan ($70$) dan angka $3$ bernilai satuan ($3$).
Tujuan Utama: Memahami nilai tempat dan lambang bilangan membantu siswa berlatih ketelitian serta berpikir logis dan terstruktur sejak dini.
Perbedaan Dasar: Lambang bilangan ditulis menggunakan angka (contoh: 45), sedangkan nama bilangan ditulis menggunakan huruf (contoh: empat puluh lima).
Nilai Tempat: Setiap bilangan dua angka terdiri dari nilai tempat puluhan (angka di sebelah kiri) dan satuan (angka di sebelah kanan). Sebagai contoh, pada bilangan $73$, angka $7$ bernilai puluhan ($70$) dan angka $3$ bernilai satuan ($3$).
Tujuan Utama: Memahami nilai tempat dan lambang bilangan membantu siswa berlatih ketelitian serta berpikir logis dan terstruktur sejak dini.
2. Pendidikan Anti Korupsi: Aku Anak Jujur
Makna Kejujuran: Jujur artinya berkata apa adanya, bertindak benar, dan tidak berbohong maupun berbuat curang.
Penerapan Sehari-hari: Sikap jujur dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti tidak mencontek saat ulangan, mengakui kesalahan, dan mengembalikan barang/uang yang bukan milik sendiri.
Tujuan Utama: Menanamkan karakter jujur sejak kecil merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bebas dari perilaku koruptif di masa depan.
Keterkaitan Kedua Materi:
Belajar Matematika melatih siswa untuk berpikir tepat, teliti, dan benar sesuai data (tidak asal-asalan), sedangkan Pendidikan Anti Korupsi membentuk karakter siswa untuk selalu lurus, jujur, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Makna Kejujuran: Jujur artinya berkata apa adanya, bertindak benar, dan tidak berbohong maupun berbuat curang.
Penerapan Sehari-hari: Sikap jujur dapat diterapkan melalui tindakan sederhana, seperti tidak mencontek saat ulangan, mengakui kesalahan, dan mengembalikan barang/uang yang bukan milik sendiri.
Tujuan Utama: Menanamkan karakter jujur sejak kecil merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berintegritas dan bebas dari perilaku koruptif di masa depan.
Keterkaitan Kedua Materi:
Belajar Matematika melatih siswa untuk berpikir tepat, teliti, dan benar sesuai data (tidak asal-asalan), sedangkan Pendidikan Anti Korupsi membentuk karakter siswa untuk selalu lurus, jujur, dan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
7. Penutup .
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok 07 Agustus 2026 kita yaitu Kongkulikuler

Tidak ada komentar:
Posting Komentar