
A. Identitas Bloger
Nama Guru : Vina Apriyani
Hari / Tanggal : Kamis 20 Agustus 2026
Fase / Kelas : A/ 2 A " Ibrahim"
"Anak-anak, siapa tadi pagi yang menyiapkan tas sekolah dan perlengkapannya sendiri tanpa dibantu Ayah/Ibu?"
Guru menunjukkan sebuah kotak pensil transparan berisi 12 stik es krim.
Dekomposisi (Mengurai): Guru memisahkan 12 stik tersebut menjadi dua kelompok di meja: 10 stik dan 2 stik ($12 = 10 + 2$). "Menguraikan bilangan 12 menjadi 10 dan 2 ini dinamakan Dekomposisi."
Komposisi (Menyusun): Guru menggabungkan kembali 10 stik dan 2 stik tersebut menjadi satu kesatuan berjumlah 12. "Menggabungkan kembali 10 dan 2 menjadi 12 dinamakan Komposisi."
Sama seperti menyiapkan alat tulis sendiri di rumah, hari ini saat berlatih mengurai dan menyusun bilangan, kalian harus berlatih secara Mandiri. Berani mencoba sendiri, tidak menyontek, dan tidak langsung bergantung pada teman!" Landasan Ayat Al-Qur'an: اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ (QS. Ar-Ra'd: 11) Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." Pesan Moral: Allah menyukai anak yang mau berusaha sendiri. Kalau ingin pintar matematika, kita harus belajar mandiri!
CP : -Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan, serta melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan; melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20; dan menunjukkan pemahaman pecahan sebagai bagian dari keseluruhan melalui konteks membagi sebuah benda atau kumpulan benda sama banyak (pecahan yang diperkenalkan adalah setengah dan seperempat). ( Matematika )
mampu mengenali, menunjukkan, dan membiasakan sikap mandiri dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan sekolah; mampu mengurus kebutuhan pribadinya secara sederhana, menyiapkan perlengkapan belajar sendiri, serta menyelesaikan tugas-tugas dasar tanpa bergantung kepada orang lain sebagai bentuk penerapan nilai integritas dan rasa tanggung jawab sejak dini.( P. Anti Korupsi)
Komposisi Bilangan (Menyusun)
Menggabungkan beberapa bagian bilangan/nilai tempat menjadi satu bilangan yang utuh.
Contoh: Ada $50$ dan $4$, jika disusun menjadi $54$.
Dekomposisi Bilangan (Mengurai)
Memecah atau menguraikan satu bilangan utuh menjadi beberapa bagian bilangan/nilai tempatnya.
Contoh: Bilangan 78 jika diuraikan berdasarkan nilai tempatnya menjadi 70 dan 8
A. Komposisi Bilangan (50 – 100)
| Bagian-Bagian Bilangan | Proses Menyusun (Komposisi) | Hasil Bilangan |
| 50 dan 3 | 50 + 3 | 53 |
| 60 dan 8 | 60 + 8 | 68 |
| 70 dan 5 | 70 + 5 | 75 |
| 90 dan 9 | 90 + 9 |
Dekomposisi Bilangan (50 – 100)
Berdasarkan Nilai Tempat (Puluhan & Satuan):
$62 = 60 + 2$ (6 puluhan + 2 satuan)
$85 = 80 + 5$ (8 puluhan + 5 satuan)
$100 = 100 + 0$ (10 puluhan + 0 satuan)
Dekomposisi Variasi (Kreatif):
Satu bilangan bisa diuraikan dengan beberapa cara berbeda. Contoh bilangan $70$:
$70 = 50 + 20$
$70 = 60 + 10$
$70 = 40 + 30$
Mandiri artinya kemampuan untuk melakukan dan menyiapkan kebutuhan diri sendiri tanpa selalu bergantung, merepotkan, atau menyuruh orang lain.
Anak yang mandiri adalah anak yang:
Berani berusaha sendiri sebelum meminta bantuan.
Bertanggung jawab atas barang dan tugas miliknya.
Jujur dan percaya diri dengan kemampuan sendiri.
Contoh Perilaku Mandiri
A. Di Rumah
Bangun tidur tepat waktu dan merapikan tempat tidur sendiri.
Memakai seragam dan merapikan baju sendiri.
Menyiapkan tas, buku pelajaran, dan alat tulis sesuai jadwal besok hari.
Merapikan piring makan dan mainan setelah digunakan.
B. Di Sekolah
Datang ke kelas dan duduk secara tertib tanpa diantar orang tua sampai dalam kelas.
Mengerjakan soal/latihan di kelas sendiri tanpa menyontek atau melihat jawaban teman.
Merapikan kembali alat tulis ke dalam tempat pensil setelah selesai belajar.
Membuang sampah bekas jajanan ke tempat sampah secara bersiap.
Mandiri adalah langkah awal untuk menjadi anak yang Jujur dan Tangguh. Anak yang tidak mandiri cenderung mudah manja, malas, dan suka bergantung pada orang lain—bahkan bisa terbiasa berbuat curang (seperti menyontek) karena tidak percaya pada kemampuan diri sendiri.
Landasan Ayat Al-Qur'an (QS. Ar-Ra'd: 11):
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْ
Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
Pesan Moral:
Allah menyukai anak yang mau berusaha. Jika kita ingin menjadi anak yang pintar, terampil, dan sukses, kita harus memulainya dengan mau belajar dan berusaha secara mandiri.
Matematika
- Melakukan
penjumlahan menggunakan gambar atau benda konkret sampai 100
- Menentukan
hasil penjumlahan berdasarkan gambar (misalnya 35 benda + 28 benda).
- Menuliskan
kalimat matematika dari penjumlahan yang dilakukan.
- Menyelesaikan
soal cerita sederhana tentang penjumlahan.
- Menjelaskan langkah-langkah penjumlahan menggunakan benda konkret..
- Budi hendak mengerjakan latihan Matematika di kelas. Budi bingung menguraikan bilangan $5 = 70 + 5 Di sebelahnya, Dani sudah selesai mengerjakan.
Apa yang harus dilakukan Budi agar menunjukkan Sikap Mandiri dan Jujur?
Jawab: Budi harus ....................................................................................................
"Anak-anak sholih dan sholihah, hari ini kita telah belajar hal yang sangat luar biasa!"
Melalui penggabungan kedua materi ini, siswa tidak hanya paham secara akademis mengenai cara menyusun dan mengurai bilangan, tetapi juga secara mental dilatih untuk percaya pada kemampuan diri sendiri. Anak yang terbiasa mandiri dalam belajar akan tumbuh menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, dan terhindar dari perilaku curang dalam kehidupan sehari-hari.
Demikian pembelajaran hari ini semoga bermanfaat dan dapat dipahami Jangan lupa untuk pembelajaraan di hari esok 21 Agustus 2026 kita yaitu Pembelajaran Kongkulikuler

Tidak ada komentar:
Posting Komentar